Baca Juga: Malaysia terganggu kabut asap karhutla RI, Menko PMK ungkap langkah pemerintah
Karena itu, proposal kredit tidak cukup hanya memuat data lengkap. Informasi yang terkumpul juga perlu diolah menjadi gambaran bisnis yang utuh agar mudah dipahami oleh pihak yang mengambil keputusan.
Pendekatan jurnalistik diterapkan dalam praktik
Pelatihan ini menghadirkan dua trainer dari Promedia Group, yakni Hadi Suprapto dan Andika Thaselia.
Keduanya membawakan pendekatan jurnalistik dalam penggalian informasi, pengolahan data, dan penyusunan laporan bisnis yang relevan dengan kebutuhan perbankan.
Andika turut memandu praktik wawancara, penyusunan narasi bisnis, serta evaluasi proposal kredit.
Baca Juga: Kantor Pemkot Palangka Raya dikepung kebakaran, BPBD ungkap sumber api sisa karhutla sebelumnya
Peserta diajak mengidentifikasi informasi penting, menemukan hubungan antardata, dan menyajikannya dalam laporan yang lebih terstruktur.
Materi disampaikan melalui empat sesi pembelajaran, yaitu Effective Interview & Business Information Gathering, From Information to Business Understanding, Writing an Effective Credit Proposal, serta Credit Proposal Clinic.
Peserta tidak hanya mempelajari teknik wawancara dan penulisan, tetapi juga melakukan simulasi penggalian informasi, mengolah data bisnis, serta menyajikan informasi melalui tabel, grafik, dan diagram.
Proposal kredit yang disusun kemudian dievaluasi untuk mengidentifikasi bagian yang perlu diperbaiki.
Baca Juga: Pakai bahasa Jawa, anggota parlemen Malaysia kirim pesan soal karhutla
Dalam praktik menggunakan studi kasus perusahaan, peserta mempelajari proses penggalian informasi hingga penyusunan Business Activity.
Materi juga mencakup cara menyajikan perkembangan penjualan, kapasitas produksi, struktur distribusi, dan kebutuhan pembiayaan melalui narasi maupun visualisasi data.
Fakta dan analisis harus dibedakan