GENMILENIAL.ID – Perubahan kebiasaan pelanggan menjadi salah satu tantangan terbesar dalam transformasi digital.
Hal itu juga dialami Perumda Tirta Rangga Subang yang secara bertahap mendorong pelanggan meninggalkan pembayaran tagihan air secara manual.
Upaya tersebut mulai digencarkan sejak 2024. Saat itu, pembayaran rekening air secara digital baru mencapai sekitar 40 persen dari total transaksi pelanggan.
Artinya, mayoritas pelanggan masih mengandalkan pembayaran secara manual.
Kini, situasinya berubah drastis. Pembayaran tagihan air secara online telah mencapai 83 persen dari total transaksi pelanggan Perumda Tirta Rangga Subang.
Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim, mengatakan capaian tersebut tidak terjadi secara instan.
Perusahaan membutuhkan proses bertahap untuk mengubah sistem sekaligus kebiasaan pelanggan dalam melakukan pembayaran.
“Semua perlu proses. Diawali 2024, transisi pembayaran dari manual ke digital kini sudah membuahkan hasil,” ujar Lukman, Jumat, 7 Agustus 2026.
Dari mayoritas bayar manual beralih ke digital
Lukman menjelaskan, ketika transformasi digital mulai dijalankan pada 2024, pembayaran online baru berada di angka 40 persen.
Sementara 60 persen pelanggan masih melakukan pembayaran secara manual.
“Saat itu data menunjukkan, pembayaran digital pelanggan Perumda TRS masih 40 persen. Sisanya, 60 persen masih manual,” katanya.