Produk UMKM Subang dinilai naik kelas
Selain persoalan pemasaran, Kang Akur turut mengapresiasi perkembangan kualitas produk UMKM di Kabupaten Subang.
Ia melihat adanya perubahan dari sisi kemasan yang semakin menarik dan menunjukkan peningkatan kualitas produk.
“Yang awalnya hanya pakai plastik biasa, sekarang packaging-nya sudah bagus dan menarik. Hal ini menunjukkan bahwa UMKM di Kabupaten Subang sudah naik kelas,” tuturnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas tersebut perlu diikuti dengan strategi pemasaran yang lebih luas.
Baca Juga: 11 Kantor Pemkab di Papua Tengah dibakar massa, diduga imbas masalah penyaluran dana desa
Dengan demikian, produk yang telah mengalami perbaikan dari sisi kualitas maupun kemasan tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang menjangkau konsumen yang lebih luas.
SILADU diluncurkan untuk perkuat data UMKM
Dalam kegiatan tersebut, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Subang turut meluncurkan SILADU atau Sistem Informasi Layanan Data UMKM.
Sistem tersebut dirancang untuk menghubungkan UMKM, pemerintah daerah, dan perbankan.
Kehadiran SILADU diharapkan dapat mempermudah pendataan sekaligus mendukung pengembangan UMKM di Kabupaten Subang.
Baca Juga: Gus Miftah: Istana menghormati marwah ulama
Kepala DKUPP Kabupaten Subang, Hj. Yeni Nuraeni, mengatakan pelaku UMKM perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar dapat naik kelas.
“Di tengah kondisi dan keterbatasan saat ini, kita harus kembangkan mindset kita bagaimana caranya UMKM bisa naik kelas,” ujarnya.