Baca Juga: Viral adu mulut pemotor dan jukir di Surabaya, diminta bayar parkir tanpa QRIS di kawasan digital
Upaya ini mencakup peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar, hingga mendorong inklusivitas bagi kelompok rentan seperti perempuan dan penyandang disabilitas.
Langkah tersebut dinilai sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi arah kebijakan pembangunan berkelanjutan.
IFG menilai, peran Jamkrindo dalam ekosistem keuangan nasional semakin penting, terutama dalam menjaga ketahanan ekonomi di tengah tantangan global.
Melalui pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga dampak sosial, Jamkrindo diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi inklusif di Indonesia.***