“Subang memiliki kawasan industri yang berkembang, didukung akses Pelabuhan Patimban, jalan tol, kedekatan dengan bandara, serta akses menuju Jakarta. Ini menjadi kekuatan utama dalam menarik investasi,” jelasnya.
Baca Juga: Wanita digeruduk warga di depan RSUD Datu Beru Takengon, pria yang diduga bersama kabur
Investasi dorong ekonomi daerah
Sementara itu, Presiden Direktur PT Meiloon Technology Indonesia, Wu Wei Chung, menyampaikan bahwa pihaknya telah beroperasi di Subang selama lima tahun dan terus berkembang.
Ia mengakui dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan perusahaan.
“Kami tidak hanya membangun pabrik, tetapi juga berkomitmen untuk tumbuh bersama di Indonesia. Dukungan pemerintah daerah dan kerja keras karyawan menjadi kunci perkembangan kami di Subang,” ujarnya.
Baca Juga: Santri 15 tahun ditemukan meninggal di kamar Ponpes Sukabumi, polisi selidiki penyebabnya
Hal senada disampaikan Staf Ahli Bidang Ekonomi Makro Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM RI, Imam Soejoedi, yang menilai investasi PT Meiloon memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia menyebut, investasi tersebut telah menyerap sekitar 700 hingga 800 tenaga kerja serta mendorong aktivitas ekonomi riil di Kabupaten Subang.
“Investasi manufaktur seperti ini memberikan efek langsung terhadap pertumbuhan ekonomi riil yang cepat,” tegasnya.
Komitmen berkelanjutan Pemkab Subang
Pemerintah Kabupaten Subang memastikan akan terus menjaga stabilitas dan memberikan kemudahan bagi investor agar iklim usaha tetap kompetitif.
Baca Juga: Rumah di Pati dirobohkan pakai alat berat, diduga dipicu konflik cerai dan lamaran baru
Dengan dukungan infrastruktur yang terus diperkuat, diharapkan semakin banyak investasi yang masuk dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPMPTSP Kabupaten Subang, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Subang.***