Nurul menilai kawasan desa penyangga pelabuhan memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui peran BUMDes agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Baca Juga: Viral 3 toko di Jaktim ditembak OTK pakai petasan, diduga jadi tempat jualan obat keras tanpa izin
“Di Pamanukan ini kita berbicara potensi perikanan tambak, air payau, pertanian, dan juga potensi besar dari Pelabuhan Patimban. Bagaimana BUMDes di desa-desa penyangga bisa mengambil peran dari keberadaan pelabuhan tersebut,” ujarnya.
Menurutnya, seluruh rangkaian Safari Ramadan tersebut menghasilkan sebuah peta jalan pengembangan BUMDes di Kabupaten Subang.
Peta jalan tersebut nantinya akan dirangkum dalam bentuk buku sebagai pedoman bagi pengelola BUMDes sekaligus menjadi bahan rekomendasi kebijakan kepada para pemangku kepentingan.
“Hasilnya adalah Safari Ramadan ini menghasilkan sebuah peta jalan yang akan disusun menjadi buku sebagai pedoman untuk disampaikan kepada pemangku kebijakan agar BUMDes bisa maju bersama dan sejahtera bersama,” jelasnya.
Harapkan dukungan regulasi
Sementara itu, Sekretaris Forum BUMDes Subang, Nana Mulyana, berharap hasil pemetaan potensi ekonomi desa tersebut dapat menjadi peluang untuk memperkuat kebijakan yang mendukung pengembangan BUMDes di Kabupaten Subang.
Ia juga berharap kehadiran anggota DPRD dalam kegiatan tersebut dapat mendorong lahirnya regulasi yang lebih berpihak pada penguatan ekonomi desa.
“Harapannya ini bisa menjadi peluang, apalagi tadi hadir dari anggota dewan, mudah-mudahan ini menjadi bagian yang bisa menunjang kegiatan BUMDes di wilayah Subang,” ujarnya.
Menurut Nana, penguatan tata kelola, pemahaman regulasi, hingga manajemen keuangan menjadi hal penting agar BUMDes dapat berkembang secara profesional dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa.***