Pemkab Banyuwangi pun menyatakan siap mereplikasi model serupa di kelurahan lain.
Harga grosir hingga cashback 30 persen
Ketua KKMP Tukangkayu, Imam Maskun, menjelaskan bahwa koperasi mengembangkan skema simpan pinjam berbasis voucher belanja untuk memastikan manfaat ekonomi kembali ke anggota.
Baca Juga: Prediksi hujan lebat masih bayangi Sumatera Utara, BMKG jelaskan kemunculan Bibit Siklon Tropis 91S
Ia menegaskan koperasi memaksimalkan potensi kelurahan yang dipenuhi UMKM dan toko kelontong dengan menghadirkan gerai sembako berharga grosir.
Bahkan Harga Pokok Penjualan (HPP) disebut lebih murah dari grosir umum.
“Kami memprioritaskan gerai sembako dengan harga grosir. Ditambah cashback BTN hingga 30 persen untuk pembelian minimal Rp25 ribu melalui QRIS, autodebet, atau EDC. Ada juga promo BNI dengan diskon sampai 50 persen lewat pembayaran QRIS,” jelasnya.
Ke depan, koperasi menyiapkan pengembangan usaha berbasis Inpres Nomor 9 Bab 15, termasuk menjadi penyangga MBG agar ekosistem pasokan bahan baku terhubung secara menyeluruh.
Diproyeksikan jadi pusat distribusi baru
Melalui kolaborasi dengan BTN, BNI, Bulog, Pertamina, serta perusahaan daerah, KKMP Tukangkayu diproyeksikan menjadi pusat distribusi sembako, LPG 3 kg, kebutuhan pokok, sekaligus wadah pemasaran produk UMKM.
Menkop Ferry berharap Banyuwangi menjadi rujukan nasional dalam tata kelola koperasi modern.
“Ketika masyarakat diberi akses usaha, permodalan, dan pelatihan, koperasi bisa menjadi motor ekonomi lokal. Kita produksi sendiri, jual sendiri, dan biayai sendiri. Itulah kedaulatan ekonomi,” tegasnya.
Peluncuran KKMP Tukangkayu menjadi tonggak penting bagi penguatan ekonomi kelurahan melalui koperasi yang lebih transparan, modern, dan berbasis digital.***