karir-bisnis

Nasib stok beras pemerintah: Mentan Amran akui 29 ribu ton rusak, Presiden siapkan Rp5 triliun untuk bangun gudang bulog

Jumat, 10 Oktober 2025 | 11:39 WIB
Mentan Andi Amran tanggapi laporan Bapanas soal beras turun mutu atau rusak (Instagram/a.amran_sulaiman)

GENMILENIAL.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menanggapi laporan Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait adanya stok beras cadangan pemerintah (CBP) yang mengalami penurunan mutu.

Berdasarkan laporan Bapanas, terdapat 29,9 ribu ton beras yang dinyatakan rusak atau turun mutu dari total 4,2 juta ton stok yang dikelola Perum Bulog.

Menanggapi hal itu, Amran meminta publik untuk tidak hanya fokus pada sisi negatif, karena jumlah beras yang rusak tersebut hanya 0,071 persen dari total stok nasional.

Baca Juga: Menanti janji swasembada pangan di balik target pemerintah hentikan impor beras dalam 3 bulan ke depan

Mentan Amran: Jangan hanya soroti yang rusak

“Ini menarik, dari 29.000 ton misalnya katakanlah 30.000 ton, dari 4,2 juta ton itu hanya 0,071 persen. Dulu tidak ada rusak karena berasnya tidak ada, kurang,” ujar Amran di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2025.

Ia menambahkan, stok beras pemerintah saat ini justru melimpah hingga membuat Bulog perlu menambah kapasitas penyimpanan.

“Sekarang ada rusak 0,071 persen ini yang disorot, tolong dong sorot yang 4 juta ton. Tidak mudah kita hasilkan dalam waktu setahun,” tegasnya.

Presiden siapkan Rp5 triliun untuk gudang bulog

Amran mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah menyetujui anggaran Rp5 triliun untuk pembangunan gudang penyimpanan baru di bawah pengelolaan Bulog.

Baca Juga: Pemerintah wacanakan 100 ribu kuota magang bergaji, mampukah serap tenaga muda?

“Bapak Presiden sudah memberi anggaran Rp5 triliun untuk membangun gudang pada Perum Bulog,” ujarnya.

Bulog diketahui kini masih harus menyewa gudang dengan total kapasitas 1,2 juta ton guna menampung cadangan beras yang terus meningkat.

Beras turun mutu akan diolah jadi pakan ternak

Halaman:

Tags

Terkini