GENMILENIAL.ID – Asuransi jiwa sering dianggap rumit, padahal sebenarnya ini salah satu instrumen penting buat jaga kestabilan finansial keluarga.
Dari sekian banyak produk, ada dua yang paling populer, asuransi berjangka dan asuransi seumur hidup.
Mengutip laporan Investopedia pada 26 Agustus 2025, keduanya punya manfaat yang berbeda dan bisa dipilih sesuai kebutuhan finansial masing-masing. Yuk, kita bedah satu per satu!
Baca Juga: Saham Nissan anjlok 6 persen usai Mercedes-Benz lepas kepemilikan Rp5,4 triliun
1. Durasi perlindungan
- Asuransi berjangka (term life insurance): Perlindungan hanya berlaku dalam periode tertentu, misalnya 20 tahun atau sampai usia 72. Premi lebih murah, tapi manfaat hanya berlaku selama periode itu.
- Asuransi seumur hidup (whole life insurance): Berlaku sepanjang usia tertanggung. Premi lebih tinggi, tapi ada keunggulan berupa nilai tunai yang terus berkembang dan bisa ditarik atau dipinjam.
Baca Juga: 5 Jurus menyusun strategi bisnis dengan bantuan AI, dari riset pasar hingga bangun brand kuat
2. Cara menentukan polis yang tepat
Sebelum ambil keputusan, penting untuk menganalisis kebutuhan:
- Hitung pengeluaran harian keluarga.
- Pertimbangkan utang yang ada.
- Siapkan estimasi biaya pendidikan anak.
- Evaluasi aset yang sudah dimiliki.
Selain itu, usia, kesehatan, dan gaya hidup juga berpengaruh ke besarnya premi. Makin muda dan sehat, makin murah biaya proteksinya.
Baca Juga: Danantara Indonesia siapkan pemimpin berdaya saing global lewat program kelas dunia
3. Fleksibilitas premi dan rider
- Kalau kamu butuh proteksi sementara dengan premi ringan → pilih asuransi berjangka.
- Kalau mau manfaat permanen sekaligus punya tabungan nilai tunai → cocok ambil asuransi seumur hidup.
Plus, banyak perusahaan asuransi yang menawarkan rider (tambahan perlindungan), misalnya untuk penyakit kritis, kecelakaan, atau perlindungan keluarga. Tapi, tentu premi akan ikut naik.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti ajukan tambahan Rp14,4 triliun: Untuk PIP hingga kesejahteraan guru honorer
Asuransi jiwa itu bukan soal 'murah atau mahal', tapi sesuai atau tidak dengan tujuan finansialmu.