HPA diperoleh dari penjualan maupun likuidasi aset eks Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) serta bekas Bank Dalam Likuidasi (BDL).
Baca Juga: Hasil DNA diumumkan negatif, Lisa Mariana sebut belum final dan klaim ada kecurangan
Strategi ini dianggap lebih sehat karena tidak langsung menambah beban pinjaman negara.
Sri Mulyani menegaskan, pemanfaatan HPA dan SAL menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan fiskal di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Menjaga daya tahan fiskal
Pengelolaan SAL, menurut Menkeu, akan tetap dilakukan secara efisien dan hati-hati agar fungsi stabilisasi fiskal bisa berjalan optimal.
Dengan adanya cadangan Rp60 triliun ini, APBN diharapkan lebih tahan banting menghadapi risiko eksternal, seperti gejolak harga komoditas maupun perlambatan ekonomi global.
Baca Juga: Hasil resmi tes DNA: Bareskrim tegaskan Ridwan Kamil bukan ayah anak Lisa Mariana
“Penggunaan SAL ini merupakan instrumen penting agar APBN dapat tetap kredibel, fleksibel, dan berkesinambungan,” jelas Sri Mulyani.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berupaya menurunkan ketergantungan pada utang baru sekaligus memberikan ruang fiskal yang lebih sehat di tahun 2026.***