Meski mengakui adanya langkah reformasi, MSCI menyatakan investor institusional masih membutuhkan penerapan aturan yang konsisten serta bukti bahwa perbaikan tersebut memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.
Baca Juga: Pelaku UMK jual produk lokal di E-Commerce dapat diskon biaya 50 persen, begini cara daftarnya
MSCI juga menilai pemindahan Indonesia ke kategori Frontier Market belum cukup mencerminkan persoalan yang ditemukan.
Karena itu, konsultasi yang dibuka diarahkan pada kemungkinan perubahan ke kategori Standalone Market.
Keputusan akhir ditargetkan Juni 2027
MSCI menetapkan 30 April 2027 sebagai batas akhir penerimaan masukan dari pelaku pasar. Keputusan mengenai usulan reklasifikasi Indonesia dijadwalkan diumumkan paling lambat 30 Juni 2027.
MSCI menyatakan akan melanjutkan usulan tersebut, kecuali konsultasi menghasilkan bukti jelas mengenai perbaikan material dalam tata kelola dan fungsi pasar yang dapat menjadi dasar untuk mempertimbangkan kembali rencana itu.
Baca Juga: Demo Prancis berujung penjarahan toko, merek mewah hingga Apple ikut disorot
Dengan demikian, Indonesia masih memiliki waktu untuk menunjukkan perkembangan reformasi pasar saham sebelum keputusan final diumumkan.
Perhatian investor kini tertuju pada transparansi kepemilikan saham, konsistensi penegakan aturan, serta pelaksanaan reformasi yang menjadi bagian dari evaluasi MSCI.
Hasil konsultasi tersebut akan menentukan apakah klasifikasi pasar saham Indonesia tetap berada di kelompok Emerging Market atau berubah menjadi Standalone Market.***
Artikel Terkait
Fenomena September Effect: Pasar saham sering melemah, tapi lebih mirip mitos statistik
Mahfud MD soroti dominasi pihak China di proyek Whoosh: Saham Indonesia 60 persen, tapi jabatan strategis dikuasai ekspatriat
Ega Anjani dorong UMKM Subang tembus pasar internasional, fokus kualitas hingga branding
Di balik peluang saham data center, Kiwoom ingatkan valuasi dan pendanaan
Turun habis, saham GOTO tinggal Rp28 benarkah bisa ke Rp1?
Tiga saham pilihan Bareksa untuk perdagangan jangka pendek, simak target harganya
Investor asing jual saham Rp84,99 triliun, apa yang membuat mereka ragu?