Baca Juga: Alih fungsi 13,4 hektare sawah untuk Pertamina, Subang minta irigasi dan pompa diperbaiki
Dana dapat dialihkan ke instrumen lain, seperti obligasi pemerintah, meskipun angka penjualan bersih saham saja tidak membuktikan bahwa perpindahan itu benar-benar terjadi.
Menurut Goenardjoadi, Indonesia memiliki pasar domestik, sumber daya alam, dan peluang pertumbuhan industri yang dapat menjadi daya tarik investasi.
Potensi tersebut, dalam pandangannya, perlu didukung kepastian hukum dan kebijakan yang bisa diprediksi.
Besarnya penjualan bersih asing menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam membaca dinamika pasar modal.
Baca Juga: Bupati Klaten Hamenang tiba di Gedung KPK, penyidik bawa tong biru yang diduga tempat simpan uang
Namun, untuk memahami penyebabnya secara utuh, angka tersebut perlu dilihat bersama perkembangan nilai tukar, kondisi ekonomi, kebijakan, serta pergerakan instrumen investasi lainnya.
“Modal dapat datang dan pergi. Tetapi kepercayaan yang hilang membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk kembali,” tulis Goenardjoadi.***
Artikel Terkait
IHSG Bursa Efek Indonesia dibuka pada Selasa, 8 April 2025: Melemah 9,16 persen
IHSG dibuka naik 5,5 persen pada Kamis, 10 April 2025 pasca trump tunda tarif impor
Aksi demo guncang pasar: IHSG rontok hampir 2 persen, investor waspada level 7.750
IHSG anjlok lebih 1 persen usai kabar reshuffle 5 Menteri Prabowo
Rupiah dan IHSG anjlok usai reshuffle, Airlangga: Hanya sentimen pasar, kondisi sementara
Bursa Indonesia belum menyamai Malaysia, transparansi masih jadi sorotan FTSE
IHSG anjlok lagi, apa dampaknya pada masyarakat kecil? Ini penjelasannya