Butuh 1.000 meter kubik air per hari, Karawang jajaki pasokan dari SPAM Ciasem-Blanakan Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Senin, 28 September 2026 | 15:26 WIB
Direktur Utama Perumda TRS Lukman Nurhakim (kedua dari kiri) bersama jajaran Perumdam Tirta Tarum Karawang membahas peluang kerja sama pembelian air curah, Rabu, 23 September 2026 (Dok. Istimewa)
Direktur Utama Perumda TRS Lukman Nurhakim (kedua dari kiri) bersama jajaran Perumdam Tirta Tarum Karawang membahas peluang kerja sama pembelian air curah, Rabu, 23 September 2026 (Dok. Istimewa)

Reservoir itu berjarak sekitar 7 kilometer menuju perbatasan Kabupaten Karawang. Potensi kapasitas dan keberadaan infrastruktur tersebut menjadi bahan pembahasan awal untuk melihat kemungkinan kerja sama pembelian air curah.

Direktur Utama Perumda TRS Lukman Nurhakim mengatakan peluang kerja sama tersebut perlu dikaji secara menyeluruh sebelum dikembangkan lebih lanjut.

Baca Juga: Kapolsek Subang ingatkan pelajar soal geng motor, miras hingga knalpot brong

“Peluang kerja sama pembelian air curah ini merupakan bentuk sinergi antarbadan usaha penyedia air minum dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah," ujar Lukman.

"Yang paling penting, kerja sama ini perlu dikaji secara menyeluruh, baik dari sisi kapasitas, teknis, infrastruktur maupun investasinya, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat dan mendukung keandalan pelayanan air bersih,” sambungnya.

Survei lapangan jadi tahap berikutnya

Lukman mengatakan idle capacity pada SPAM Ciasem-Blanakan menjadi salah satu potensi yang dapat dikaji untuk mendukung kebutuhan air bersih di wilayah yang berdekatan dengan Kabupaten Karawang.

Baca Juga: Dikomentari ‘evakuasi sibuk bikin konten’, penyelam BSG ungkap alasan buat video saat pencarian korban kapal Virgo Transport 8

Karena itu, kedua pihak akan melakukan survei lapangan dan perhitungan teknis secara bersama-sama.

Kajian tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai titik pelayanan, kebutuhan jaringan, serta investasi yang diperlukan.

“Kami memiliki potensi kapasitas pada SPAM Ciasem-Blanakan yang dapat menjadi bahan untuk dikaji bersama. Karena itu, langkah selanjutnya adalah melakukan survei lapangan dan perhitungan teknis secara bersama-sama, sehingga kita memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai titik pelayanan, kebutuhan jaringan dan investasi yang diperlukan,” tambah Lukman.

Dari pihak Perumdam Tirta Tarum Karawang, Achmad juga berharap pembahasan dapat dilanjutkan melalui kajian teknis di lapangan, terutama untuk melihat teknis distribusi, titik pengambilan, dan kebutuhan infrastrukturnya.

Baca Juga: Kapan bansos PKH BPNT tahap 4 cair? Siap-siap pencairan Oktober-Desember 2026

Kedua perusahaan akan menjadwalkan survei lapangan sebagai langkah awal. Survei mencakup penentuan lokasi titik kerja sama serta perhitungan kebutuhan investasi, termasuk pembangunan jaringan pipa dan konstruksi pendukung.

Hasil survei dan perhitungan teknis selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan kelayakan serta bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Kecilkan dapur MBG, perluas kesempatan usaha untuk rakyat

Minggu, 13 September 2026 | 21:18 WIB
X