Reservoir itu berjarak sekitar 7 kilometer menuju perbatasan Kabupaten Karawang. Potensi kapasitas dan keberadaan infrastruktur tersebut menjadi bahan pembahasan awal untuk melihat kemungkinan kerja sama pembelian air curah.
Direktur Utama Perumda TRS Lukman Nurhakim mengatakan peluang kerja sama tersebut perlu dikaji secara menyeluruh sebelum dikembangkan lebih lanjut.
Baca Juga: Kapolsek Subang ingatkan pelajar soal geng motor, miras hingga knalpot brong
“Peluang kerja sama pembelian air curah ini merupakan bentuk sinergi antarbadan usaha penyedia air minum dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki masing-masing daerah," ujar Lukman.
"Yang paling penting, kerja sama ini perlu dikaji secara menyeluruh, baik dari sisi kapasitas, teknis, infrastruktur maupun investasinya, sehingga nantinya dapat memberikan manfaat dan mendukung keandalan pelayanan air bersih,” sambungnya.
Survei lapangan jadi tahap berikutnya
Lukman mengatakan idle capacity pada SPAM Ciasem-Blanakan menjadi salah satu potensi yang dapat dikaji untuk mendukung kebutuhan air bersih di wilayah yang berdekatan dengan Kabupaten Karawang.
Karena itu, kedua pihak akan melakukan survei lapangan dan perhitungan teknis secara bersama-sama.
Kajian tersebut diperlukan untuk mendapatkan gambaran mengenai titik pelayanan, kebutuhan jaringan, serta investasi yang diperlukan.
“Kami memiliki potensi kapasitas pada SPAM Ciasem-Blanakan yang dapat menjadi bahan untuk dikaji bersama. Karena itu, langkah selanjutnya adalah melakukan survei lapangan dan perhitungan teknis secara bersama-sama, sehingga kita memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai titik pelayanan, kebutuhan jaringan dan investasi yang diperlukan,” tambah Lukman.
Dari pihak Perumdam Tirta Tarum Karawang, Achmad juga berharap pembahasan dapat dilanjutkan melalui kajian teknis di lapangan, terutama untuk melihat teknis distribusi, titik pengambilan, dan kebutuhan infrastrukturnya.
Baca Juga: Kapan bansos PKH BPNT tahap 4 cair? Siap-siap pencairan Oktober-Desember 2026
Kedua perusahaan akan menjadwalkan survei lapangan sebagai langkah awal. Survei mencakup penentuan lokasi titik kerja sama serta perhitungan kebutuhan investasi, termasuk pembangunan jaringan pipa dan konstruksi pendukung.
Hasil survei dan perhitungan teknis selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan kelayakan serta bentuk kerja sama yang dapat dikembangkan.***
Artikel Terkait
Di tengah ancaman kekeringan, Subang justru surplus air! Perumda TRS pastikan debit melimpah
Kinerja melejit, Perumda TRS Subang resmi berstatus 'sehat' versi BPKP
Terminal Petikemas Patimban beroperasi, Perumda TRS siap genjot pasokan air bersih
Suplai air ke Pelabuhan Patimban masih 2 liter per detik, Perumda TRS bidik APBN 2027
Perumda TRS dan anggota DPR RI Elita Budiarti turun tangan atasi krisis air bersih di Cinungku Subang
3 Kandidat Sekda Subang lolos tahap akhir, ini jabatan dan rekam jejak mereka
Lapas Subang buka akses paket A, B dan C untuk warga binaan