Program ganti atap rumah wartawan dimulai, Alduro diklaim lebih sehat dan ramah lingkungan

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 20 Maret 2026 | 00:49 WIB
Penggantian atap dalam pelaksanaan program Ganti Atap Rumah Wartawan di salah satu rumah wartawan anggota Promedia Group di Citayam, Bogor (Dok. Promedia)
Penggantian atap dalam pelaksanaan program Ganti Atap Rumah Wartawan di salah satu rumah wartawan anggota Promedia Group di Citayam, Bogor (Dok. Promedia)

Baca Juga: Arus mudik H-2 lebaran di Tol Cipali tembus 100 ribu kendaraan, lalu lintas ramai lancar

Keunggulan Alduro: Lebih sejuk dan tahan lama

Alduro disebut memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan atap konvensional seperti seng dan asbes.

Dengan ketebalan mencapai 5 mm, material ini mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk meski dalam kondisi panas.

“Ruang menjadi lebih sejuk dan adem setelah pergantian atap ini,” ungkap Christiana, penerima manfaat lainnya.

Direktur Utama PT Sirkular Karya Indonesia, Sugiarto Romeli, menjelaskan bahwa Alduro dapat menurunkan suhu ruangan sekitar 10 persen dibandingkan kondisi luar.

Baca Juga: Viral pemudik tertinggal di Rest Area KM 130 Tol Cipali, diantar polisi pakai moge kejar keluarga

“Kalau suhu di luar 35 derajat celsius, di dalam rumah sekitar 31-32 derajat celsius,” jelasnya.

Selain itu, Alduro juga dinilai lebih kuat, tahan terhadap cuaca ekstrem, tidak berkarat, serta tidak mudah retak. Material ini juga telah lolos uji dari Sukofindo.

Dari sisi kesehatan, Alduro dianggap lebih aman dibandingkan asbes yang berpotensi menimbulkan gangguan pernapasan hingga kanker.

“Debu dari asbes bisa berbahaya jika terhirup, sementara Alduro tidak,” tegas Sugiarto.

Baca Juga: 5 Poin penting versi polisi soal kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus, dari kantor YLBHI hingga papasan di Cempaka Putih

Dukung pengurangan sampah plastik

Menariknya, Alduro juga merupakan produk berbasis ekonomi sirkular yang memanfaatkan material daur ulang, sebagai upaya mengurangi sampah plastik di Indonesia.

Sugiarto menjelaskan, ide ini berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan sampah plastik yang belum tertangani secara optimal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X