Sejak berdiri hingga kini, sekitar 450 peserta telah mengikuti pelatihan menjahit. Dari jumlah tersebut, sekitar 420 orang telah tersalurkan bekerja, salah satunya di PT Kwanglim YH Indah di Pagaden.
“Konsep kita sosial, nol rupiah, gratis dan tidak dipungut biaya. Kita tidak membatasi hanya untuk penyaluran kerja saja, tapi juga untuk peningkatan kualitas hidup. Yang mau buka usaha mandiri juga silakan,” ujar Achmad.
Baca Juga: Sehari sebelum bacok mahasiswi UIN Suska, terduga pelaku sempat unggah kata puitis
Peserta datang dari berbagai daerah
Awalnya, program ini diprioritaskan bagi warga Lembur Cigarukgak, Desa Sidajaya dan Desa Sidamulya. Namun seiring waktu, peserta datang dari berbagai wilayah seperti Indramayu, Balongan, Pamanukan, Cirebon, Garut, Bandung, Sari Ater, Cijambe hingga Purwakarta.
“Kalau dipersentasekan mungkin sekitar 40 persen warga Subang, selebihnya banyak dari luar daerah. Karena konteksnya sosial, siapapun welcome,” katanya.
Program ini juga mulai dilirik sejumlah sekolah kejuruan. Beberapa kepala sekolah SMK telah menjajaki kerja sama untuk penyaluran lulusan melalui LPK tersebut.
Selain bekerja sama dengan PT Kwanglim YH Indah, Achmad mengungkapkan sudah ada perusahaan lain yang meminta kerja sama penyaluran tenaga kerja, termasuk dari wilayah Purwadadi.
Baca Juga: Tak punya SIM dan STNK, sopir Calya viral ugal-ugalan di Jakpus ngaku panik takut ditilang
Sistem pelatihan fleksibel dan terbuka
Bagi peserta yang belum memiliki keterampilan dasar, pelatihan intensif diberikan selama dua minggu hingga siap bekerja.
Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB, dengan sistem penyesuaian shift apabila jumlah peserta meningkat.
“Kalau untuk pelatihan kita tidak limit usia atau status, termasuk yang tidak punya ijazah, yang penting sehat dan punya kemauan,” ujar Achmad.
Namun untuk penyaluran ke pabrik, terdapat kriteria umum seperti usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun sesuai ketentuan perusahaan.
Baca Juga: Ngamuk diduga halusinasi, pria di Palangka Raya sekap 3 wanita dan ancam pakai parang
Artikel Terkait
Rangkaian HUT Bhayangkara ke-78, Kapolres Subang resmikan sumur bor dan bagikan bansos di Desa Sidajaya
Rapat kerja Forum BUMDES Subang bahas pengembangan potensi dan SDM
Kabupaten Subang punya dua 'Kawasan Ekonomi Khusus', Pj. Bupati harap bisa dongkrak ekonomi, serap tenaga kerja dan pemberdayaan BUMD
Milenial dan Gen Z harus tau, ini gebrakan Kang Rey dalam atasi problem tenaga kerja di Subang: Siapkan sistem yang terintegrasi
Forum BUMDES Subang dorong pemberdayaan lewat beasiswa, BPJS Kesehatan, stunting, dan UMKM
Forum BUMDes Subang gandeng Kemendes PDT, dorong percepatan legalitas dan penguatan ekonomi desa
Anggota DPRD Subang H. Anharudin: Pabrik wajib utamakan tenaga kerja lokal, bukan dari luar daerah