Pelatihan gratis dari Desa Sidajaya, LPK Balkondes Lembur Cigarukgak cetak SDM siap kerja untuk industri Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Minggu, 1 Maret 2026 | 03:15 WIB
Peserta LPK Balkondes Lembur Cigarukgak tampak serius mengikuti pelatihan menjahit di Desa Sidajaya, Subang. Program pelatihan gratis ini menjadi langkah nyata menyiapkan SDM siap kerja bagi kebutuhan industri (Dok. LPK)
Peserta LPK Balkondes Lembur Cigarukgak tampak serius mengikuti pelatihan menjahit di Desa Sidajaya, Subang. Program pelatihan gratis ini menjadi langkah nyata menyiapkan SDM siap kerja bagi kebutuhan industri (Dok. LPK)

Sejak berdiri hingga kini, sekitar 450 peserta telah mengikuti pelatihan menjahit. Dari jumlah tersebut, sekitar 420 orang telah tersalurkan bekerja, salah satunya di PT Kwanglim YH Indah di Pagaden.

“Konsep kita sosial, nol rupiah, gratis dan tidak dipungut biaya. Kita tidak membatasi hanya untuk penyaluran kerja saja, tapi juga untuk peningkatan kualitas hidup. Yang mau buka usaha mandiri juga silakan,” ujar Achmad.

Baca Juga: Sehari sebelum bacok mahasiswi UIN Suska, terduga pelaku sempat unggah kata puitis

Peserta datang dari berbagai daerah

Awalnya, program ini diprioritaskan bagi warga Lembur Cigarukgak, Desa Sidajaya dan Desa Sidamulya. Namun seiring waktu, peserta datang dari berbagai wilayah seperti Indramayu, Balongan, Pamanukan, Cirebon, Garut, Bandung, Sari Ater, Cijambe hingga Purwakarta.

“Kalau dipersentasekan mungkin sekitar 40 persen warga Subang, selebihnya banyak dari luar daerah. Karena konteksnya sosial, siapapun welcome,” katanya.

Program ini juga mulai dilirik sejumlah sekolah kejuruan. Beberapa kepala sekolah SMK telah menjajaki kerja sama untuk penyaluran lulusan melalui LPK tersebut.

Selain bekerja sama dengan PT Kwanglim YH Indah, Achmad mengungkapkan sudah ada perusahaan lain yang meminta kerja sama penyaluran tenaga kerja, termasuk dari wilayah Purwadadi.

Baca Juga: Tak punya SIM dan STNK, sopir Calya viral ugal-ugalan di Jakpus ngaku panik takut ditilang

Sistem pelatihan fleksibel dan terbuka

Bagi peserta yang belum memiliki keterampilan dasar, pelatihan intensif diberikan selama dua minggu hingga siap bekerja.

Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 WIB hingga 15.00 WIB, dengan sistem penyesuaian shift apabila jumlah peserta meningkat.

“Kalau untuk pelatihan kita tidak limit usia atau status, termasuk yang tidak punya ijazah, yang penting sehat dan punya kemauan,” ujar Achmad.

Namun untuk penyaluran ke pabrik, terdapat kriteria umum seperti usia minimal 18 tahun dan maksimal 35 tahun sesuai ketentuan perusahaan.

Baca Juga: Ngamuk diduga halusinasi, pria di Palangka Raya sekap 3 wanita dan ancam pakai parang

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X