Kredit UMKM mandek di Oktober 2025, Bank Indonesia beberkan 3 faktor utama

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Kamis, 20 November 2025 | 02:34 WIB
Gubernur BI, Perry Warjiyo ungkap perlambatan kredit UMKM yang terjadi pada Oktober 2025 (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)
Gubernur BI, Perry Warjiyo ungkap perlambatan kredit UMKM yang terjadi pada Oktober 2025 (Tangkapan layar YouTube Bank Indonesia)

Baca Juga: Polri bongkar 110 anak terekrut jaringan terorisme: Rekrutmen lewat game online dan medsos kian masif

“Lending requirement segmen kredit konsumsi dan UMKM masih meningkat seiring dengan sikap kehati-hatian bank,” ujar Perry.

Meski demikian, posisi likuiditas perbankan terbilang kuat:

  • AL/DPK meningkat menjadi 29,47 persen
  • DPK tumbuh 11,48 persen (yoy)
  • Undisbursed loan masih besar, mencapai Rp2.450,7 triliun atau 22,97 persen dari total plafon kredit

Kondisi ini menunjukkan bahwa suplai kredit tersedia, namun tidak terserap maksimal oleh pelaku usaha.

Baca Juga: Dana transfer dipangkas Rp361 miliar, Subang tetap genjot pembangunan jalan di RAPBD 2026

Proyeksi: 2025 lemah, 2026 diprediksi menguat

BI memproyeksikan pertumbuhan kredit sepanjang 2025 akan berada pada batas bawah target, yaitu 8–11 persen.

Namun, Perry optimistis permintaan kredit akan mulai meningkat pada 2026 seiring meredanya tekanan suku bunga dan membaiknya aktivitas ekonomi.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X