Chairman Rockefeller pesan ke Menkeu Purbaya: Buka ruang lebar untuk sektor swasta, RI bisa tumbuh lebih tinggi

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 12 September 2025 | 17:03 WIB
Chairman Rockefeller, Ruchir Sharma (kiri) memberikan saran khusus untuk Menkeu Purbaya (kanan) terkait strategi ekonomi RI agar dapat melambung tinggi (YouTube.com/RhenaldKasali - Instagram.com/@lps_idic)
Chairman Rockefeller, Ruchir Sharma (kiri) memberikan saran khusus untuk Menkeu Purbaya (kanan) terkait strategi ekonomi RI agar dapat melambung tinggi (YouTube.com/RhenaldKasali - Instagram.com/@lps_idic)

GENMILENIAL.ID – Chairman Rockefeller Internasional, Ruchir Sharma, menyampaikan pesan khusus kepada Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa.

Sharma menilai, ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih tinggi jika memberi ruang besar bagi sektor swasta dan tidak terjebak pada belanja sosial yang berlebihan.

Pesan itu diungkap Sharma dalam percakapan bersama pengamat ekonomi Rhenald Kasali yang membahas prospek ekonomi RI pasca-reshuffle Kabinet Merah Putih.

Baca Juga: HUT ke-77 Polwan, Polres Subang tegaskan peran Polwan sebagai garda humanis Polri

Sharma, yang dikenal sebagai ekonom global sekaligus penulis Breakout Nations (2012), menekankan pentingnya strategi pembangunan yang fokus pada investasi produktif.

“China memberi rakyatnya banyak kebebasan untuk masuk ke berbagai bidang ekonomi, terutama sektor swasta. Dari situlah kekuatan ekonominya tumbuh,” ujar Sharma, Kamis 11 September 2025.

Menurut Sharma, pada tahap pembangunan seperti Indonesia saat ini, pemerintah sebaiknya meniru strategi China pada awal kebangkitannya, yakni memprioritaskan pembangunan infrastruktur ketimbang menggelontorkan anggaran besar untuk bantuan sosial.

“Pertumbuhan 5 persen itu sudah bagus, tapi kalau ingin lebih tinggi, Indonesia harus memberi ruang lebar bagi sektor swasta,” tegasnya.

Baca Juga: Mahfud MD sarankan kontroversi Ferry Irwandi vs Dansat Siber TNI tak perlu diperpanjang

Sharma juga mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam pola negara-negara Amerika Latin yang terlalu banyak mengalokasikan anggaran untuk belanja sosial sehingga menghambat laju pembangunan jangka panjang.

Sementara itu, Rhenald Kasali menilai Purbaya sebagai Menkeu baru perlu menunjukkan sikap independen dan jujur dalam menghadapi tantangan global yang semakin berat.

“Yang kita butuhkan bukan hanya orang pintar, tapi juga yang berani bicara apa adanya,” kata Rhenald.

Pergeseran kepemimpinan Kementerian Keuangan dari Sri Mulyani ke Purbaya disebut menjadi ujian besar, terutama apakah pemerintah mampu menyeimbangkan antara belanja sosial, pembangunan infrastruktur, dan peran sektor swasta dalam menggerakkan ekonomi nasional.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X