GENMILENIAL.ID – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai setiap tuntutan rakyat terhadap pemerintah tidak bisa diselesaikan secara instan.
Menurutnya, perubahan kebijakan dan perbaikan sistem membutuhkan proses panjang yang berlapis.
“Tuntutan dari rakyat itu ibarat sengatan agar pemerintah selalu sadar jika ada kekeliruan. Tapi ingat, waktu untuk menyelesaikan masalah-masalah itu memerlukan waktu, ada yang bisa seketika tapi umumnya butuh proses,” kata Fuad dalam acara Catatan Demokrasi, Rabu 10 September 2025.
Baca Juga: Menkeu Purbaya soroti Rp425 triliun mengendap di BI, sebut biang susahnya cari kerja di RI
Fuad menekankan bahwa kompleksitas masalah yang muncul tidak hanya ada di DPR pusat, melainkan juga menyebar hingga DPRD di seluruh Indonesia. Karena itu, solusi harus dimulai dari akar persoalan, bukan sekadar tambal sulam.
“Ini baru bicara soal DPR, kalau DPRD se-Indonesia bagaimana? DPRD kan juga bermasalah. Nah, masalah seperti itu memang harus dilihat dari akarnya,” ujarnya.
Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto itu menyebut, perubahan perlu dilakukan dari hal-hal mendasar, termasuk regulasi.
Proses revisi aturan hingga alokasi anggaran dinilai tidak bisa terjadi dalam waktu singkat.
Baca Juga: Hakim Djuyamto akui terima suap Rp40 miliar di kasus vonis lepas CPO
“Misalnya, peraturan diubah dulu, PP-nya diubah. Itu selalu makan waktu, anggarannya juga harus disiapkan. Semua ada tahapannya,” jelasnya.
Fuad menegaskan, meski jangka waktu penyelesaian relatif, pemerintah harus tetap berpegang pada komitmen yang jelas.
Ia bahkan menyarankan agar dibuat matrix schedule sebagai bentuk transparansi jadwal pelaksanaan.
“Kalau perlu dibikin matrik schedule untuk menunjukkan kapan dilaksanakan. Tapi ya tidak selalu pasti, apalagi politik kita banyak partai. Kalau ada yang belum setuju, itu bisa menghambat,” tandasnya.***
Artikel Terkait
Istana tanggapi keraguan ekonom soal pertumbuhan 5,12 persen: Pemerintah selalu jujur soal data
Ekonom senior desak pemerintah bongkar skandal BLBI dan hentikan subsidi bankir: Pajak rakyat sudah ngos-ngosan
Ekonom Arif Budimanta wafat di usia 57 tahun
Luhut yakin Purbaya mampu wujudkan target ekonomi Prabowo: Orang baik dan berpengalaman
Menkeu Purbaya: Aturan fiskal bakal dilonggarkan untuk percepat ekonomi nasional
DPR kritisi target ekonomi 7 persen Menkeu Purbaya: PHK masih tinggi, daya beli lemah
Menkeu Purbaya soroti Rp425 triliun mengendap di BI, sebut biang susahnya cari kerja di RI