Fuad Bawazier: Tuntutan rakyat butuh waktu untuk diselesaikan, harus dimulai dari akar masalah

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Kamis, 18 September 2025 | 03:27 WIB
Ekonom senior, Fuad Bawazier bicara tentang waktu penyelesaian tuntutan rakyat pada pemerintah (Mind ID)
Ekonom senior, Fuad Bawazier bicara tentang waktu penyelesaian tuntutan rakyat pada pemerintah (Mind ID)

GENMILENIAL.ID – Ekonom senior Fuad Bawazier menilai setiap tuntutan rakyat terhadap pemerintah tidak bisa diselesaikan secara instan.

Menurutnya, perubahan kebijakan dan perbaikan sistem membutuhkan proses panjang yang berlapis.

“Tuntutan dari rakyat itu ibarat sengatan agar pemerintah selalu sadar jika ada kekeliruan. Tapi ingat, waktu untuk menyelesaikan masalah-masalah itu memerlukan waktu, ada yang bisa seketika tapi umumnya butuh proses,” kata Fuad dalam acara Catatan Demokrasi, Rabu 10 September 2025.

Baca Juga: Menkeu Purbaya soroti Rp425 triliun mengendap di BI, sebut biang susahnya cari kerja di RI

Fuad menekankan bahwa kompleksitas masalah yang muncul tidak hanya ada di DPR pusat, melainkan juga menyebar hingga DPRD di seluruh Indonesia. Karena itu, solusi harus dimulai dari akar persoalan, bukan sekadar tambal sulam.

“Ini baru bicara soal DPR, kalau DPRD se-Indonesia bagaimana? DPRD kan juga bermasalah. Nah, masalah seperti itu memang harus dilihat dari akarnya,” ujarnya.

Mantan Menteri Keuangan era Presiden Soeharto itu menyebut, perubahan perlu dilakukan dari hal-hal mendasar, termasuk regulasi.

Proses revisi aturan hingga alokasi anggaran dinilai tidak bisa terjadi dalam waktu singkat.

Baca Juga: Hakim Djuyamto akui terima suap Rp40 miliar di kasus vonis lepas CPO

“Misalnya, peraturan diubah dulu, PP-nya diubah. Itu selalu makan waktu, anggarannya juga harus disiapkan. Semua ada tahapannya,” jelasnya.

Fuad menegaskan, meski jangka waktu penyelesaian relatif, pemerintah harus tetap berpegang pada komitmen yang jelas.

Ia bahkan menyarankan agar dibuat matrix schedule sebagai bentuk transparansi jadwal pelaksanaan.

“Kalau perlu dibikin matrik schedule untuk menunjukkan kapan dilaksanakan. Tapi ya tidak selalu pasti, apalagi politik kita banyak partai. Kalau ada yang belum setuju, itu bisa menghambat,” tandasnya.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X