“Fluktuasi pasar sering membuat panik, tetapi dengan diversifikasi lewat indeks S&P 500 dan cadangan obligasi, portofolio tetap lebih stabil,” tulis Investopedia.
Baca Juga: Kembali ke cara alami, siwak ampuh jaga kesehatan gigi dan mulut
Buffett menekankan, investasi tidak harus rumit. Dengan cara yang sederhana, investor bisa mendapatkan imbal hasil optimal, mengendalikan risiko, dan tetap menjaga keseimbangan portofolio.
Strategi ini dianggap efektif untuk mempersiapkan masa depan finansial, tanpa perlu menghabiskan waktu berjam-jam untuk memantau pasar.***
Artikel Terkait
Bincang bisnis era digital di Kampus FISIP UNDIP Semarang, Promedia ajak para mahasiswa berani jadi pengusaha media
Hermanto Tanoko, pengusaha Surabaya yang masuk daftar orang terkaya dunia ini dulu gak mampu beli gundu di masa kecilnya
Kisah sukses Manoj Punjabi, pengusaha industri film dengan net worth mencapai Rp25,6 triliun versi Forbes 2024
Presiden Prabowo apresiasi Pocil Polda Jabar: Investasi karakter anak bangsa sejak dini
Microsoft PHK 9.000 karyawan global, fokus investasi ke teknologi AI
Reksa dana vs saham: Pilihan investasi tepat untuk pemula, mana yang lebih cocok?
Perusahaan China ramai-ramai alihkan investasi ke Indonesia untuk hindari tarif tinggi AS