Pakar menyarankan memilih barang yang nilainya lebih stabil.
4. Tetap membiayai anak dewasa
Orang tua yang terus menanggung kebutuhan anaknya berisiko menggerus dana pensiun.
5. Frugal berlebihan
Terlalu berhemat dengan membeli barang murah namun cepat rusak justru meningkatkan pengeluaran jangka panjang.
Baca Juga: Resep praktis sayur sop: Bumbu tradisional atau instan, mana yang lebih pas?
6. Gaya hidup naik seiring gaji
Kenaikan pendapatan sering diikuti pembelian rumah atau mobil lebih mahal tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang.
7. Pengeluaran karena tekanan sosial
Dari gadget terbaru hingga liburan mewah, banyak orang menghabiskan uang demi gengsi dan status sosial.
Pakar menegaskan, kesalahan ini tampak sepele, namun jika diabaikan dapat menguras tabungan dan mengancam keamanan finansial masa depan, khususnya bagi kelas menengah.***
Artikel Terkait
Mengulik Hari Akuntasi Internasional, pentingnya transparansi dan integritas di dunia keuangan
10 langkah praktis mengatur keuangan untuk Investasi
Tidak ingin jatuh miskin? ini 10 tips mengelola keuangan pribadi dengan bijak demi masa depan lebih baik
Ciri-ciri seseorang dewasa dalam mengelola keuangan
Bank OCBC siap bantu UMKM dan individu, soal kesehatan finansial hingga perkuat transformasi digital
Ifan Seventeen bongkar kondisi finansial PFN yang berdarah-darah, ada banyak hutang puluhan miliar termasuk gaji hingga THR pegawai yang masih nunggak
Laba asuransi jiwa melesat 132 persen, IFG dorong transformasi menuju industri keuangan tangguh