GENMILENIAL.ID – Hidup nyaman dengan rumah, mobil, dan liburan ke luar negeri tidak selalu mencerminkan kondisi keuangan yang sehat.
Bagi sebagian warga kelas menengah, di balik tampilan 'mapan' justru tersimpan masalah finansial yang serius.
Pakar keuangan dan pendiri Balanced News Summary, Christopher William, menilai masalah terbesar kelompok ini adalah pengeluaran yang melebihi pendapatan.
“Masalah paling merusak adalah ketika seseorang menghabiskan lebih banyak daripada yang mereka hasilkan,” ujarnya, dikutip dari Yahoo Financial pada Jumat, 15 Agustus 2025.
Baca Juga: Datangi Bareskrim untuk tes DNA, Lisa Mariana: Semoga tidak ada rekayasa
Berikut tujuh kesalahan umum yang sering dilakukan warga kelas menengah dan bisa menghambat pertumbuhan kekayaan:
1. Terjebak utang konsumtif
Pinjaman online, cicilan elektronik, hingga kartu kredit dengan bunga tinggi menjadi jebakan umum.
Carter Seuthe dari Credit Summit mengingatkan, bunga kartu kredit bisa membuat sulit keluar dari lingkaran utang.
2. Langganan dan membership tak terpakai
Biaya langganan streaming, gym, atau aplikasi premium yang jarang digunakan dapat menjadi beban bulanan yang membengkak.
3. Investasi pada barang bernilai turun
Membeli mobil baru atau barang mewah sebagai simbol status sering kali merugikan.
Artikel Terkait
Mengulik Hari Akuntasi Internasional, pentingnya transparansi dan integritas di dunia keuangan
10 langkah praktis mengatur keuangan untuk Investasi
Tidak ingin jatuh miskin? ini 10 tips mengelola keuangan pribadi dengan bijak demi masa depan lebih baik
Ciri-ciri seseorang dewasa dalam mengelola keuangan
Bank OCBC siap bantu UMKM dan individu, soal kesehatan finansial hingga perkuat transformasi digital
Ifan Seventeen bongkar kondisi finansial PFN yang berdarah-darah, ada banyak hutang puluhan miliar termasuk gaji hingga THR pegawai yang masih nunggak
Laba asuransi jiwa melesat 132 persen, IFG dorong transformasi menuju industri keuangan tangguh