GENMILENIAL.ID - Isu mengenai rencana suntikan modal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) ke PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk tengah menjadi sorotan publik.
Menanggapi kabar tersebut, CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyebut bahwa pembahasan dengan pihak Garuda masih berlangsung dan belum mencapai keputusan final.
"Kita masih diskusi dengan semua pihak dalam hal itu. Sedang berjalan, sedang berjalan," kata Rosan dalam pernyataan resminya di Jakarta, Sabtu, 24 Mei 2025.
Baca Juga: Mulai 5 Juni, pekerja bergaji di bawah Rp 3,5 juta akan terima bantuan subsidi upah
Rosan tidak menampik adanya rencana penambahan modal untuk maskapai pelat merah itu, namun belum bersedia membeberkan rincian, termasuk jumlah dana maupun bentuk kerja sama yang akan dijalankan.
Sebelumnya, Garuda Indonesia telah menyampaikan dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia bahwa keputusan terkait kebijakan dan aksi korporasi berada di tangan para pemegang saham.
Sebagai informasi, pemegang saham utama Garuda Indonesia adalah pemerintah melalui Kementerian BUMN dan Danantara.
Baca Juga: Ketua DPR desak pemerintah bubarkan ormas pengganggu ketertiban
"Dapat kami sampaikan bahwa pada prinsipnya, pertimbangan, kebijakan, dan strategi atas aksi korporasi tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemegang saham serta para pemangku kepentingan terkait," jelas Rosan.
Pihak Danantara menegaskan proses pembahasan akan terus dikaji dengan memperhatikan kondisi pasar dan kebutuhan industri penerbangan nasional.***
Artikel Terkait
Ada embel-embel ‘keponakan Luhut,’ Pandu Sjahrir ungkap sang paman tak tahu Prabowo menunjuknya jadi CIO Danantara
Dibongkar Pandu Sjahrir, begini cita-cita Prabowo mengenai masa depan Indonesia lewat Danantara
Prabowo terang-terangan mengaku pernah mendapat peringatan dari Ray Dalio soal Danantara: Kamu akan dilawan
Tegaskan tak ada orang titipan, ini permintaan khusus Prabowo terkait Danantara
Update pembentukan Danantara: Aset tembus Rp16.476 triliun, belum termasuk Stadion GBK
Soal Prabowo ingin evaluasi total, Rosan Roeslani bongkar Danantara kini kelola aset 844 perusahaan
Bahlil pastikan Kementerian ESDM akan atur porsi investasi Danantara di proyek energi nasional