Selanjutnya, Bimo menempuh pendidikan Master of Business Administration (MBA) di University of Queensland, Australia, pada tahun 2005.
Ia juga menerima beasiswa Postdoctoral Fellowship melalui program Inaugural Hadi Soesastro Prize - Australia Awards yang dijalankan di National Center for Social and Economic Modeling (NATSEM) dan Duke Center for International Development (DCID), Duke University, Amerika Serikat.
Baca Juga: Soal usulan KPK parpol dapat dana APBN untuk tekan korupsi, Istana: Bisa didiskusikan
Gelar Doktor (Ph.D) di bidang Ekonomi ia raih dari University of Canberra, Australia.
Fokus baru Dirjen Pajak
Sebagai Dirjen Pajak yang baru, Bimo akan menghadapi berbagai tantangan dalam reformasi perpajakan nasional serta optimalisasi penerimaan negara.
Dukungan politik dari Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan menjadi modal awal untuk mewujudkan sistem pajak yang lebih adil dan modern.***
Artikel Terkait
Dr. Imran resmi dilantik sebagai Dirjen Perumahan Pedesaan di KemenPKP
Belum ada satu bulan, Dirjen Migas dicopot usai digeledah Kejagung soal kasus dugaan korupsi minyak mentah
Spesifikasi BBM Pertamina berdasarkan Dirjen Migas: Pertamax ada timbal, Pertalite malah tak ada
Korupsi kembali terjadi, kali Ini eks mantan Dirjen Perkeretaapian didakwa karena rugikan negara mencapai Rp1,1 miliar
Mantan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi jalur kereta api
Menkeu Sri Mulyani klaim Coretax membaik: Pemeriksaan pajak diperpendek, restitusi jauh lebih cepat
Menkeu Sri Mulyani klaim penerimaan pajak menguat di awal 2025: Sistem Coretax berjalan on track