Gubernur Jabar kunjungi keluarga korban maling ayam yang meninggal diamuk massa di Subang

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 4 April 2025 | 19:29 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kunjungi keluarga korban maling ayam yang meninggal diamuk masa, Jumat 4 April 2025 (Dok. Istimewa)
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi kunjungi keluarga korban maling ayam yang meninggal diamuk masa, Jumat 4 April 2025 (Dok. Istimewa)

GENMILENIAL.IDGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengunjungi keluarga korban pengeroyokan di Desa Sirap, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jumat 4 April 2025.

Korban, seorang pria yang diduga mencuri ayam, meninggal setelah dianiaya massa di depan Kantor Desa Gandasoli, Selasa 1 April 2025 malam.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Dedi menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada istri dan anak korban, sekaligus memberikan bantuan sosial. 

Baca Juga: Paula Verhoeven bagikan momen terbaru bersama kedua anaknya, rayakan Idul Fitri selama 2 jam: Singkat tapi sangat berarti

Ia juga menegaskan bahwa tindakan main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun.

“Kedatangan saya ke sini untuk ikut berduka cita atas apa yang dialami keluarga korban yang meninggal secara tragis diamuk massa gara-gara ketahuan mencuri ayam,” ujar Dedi.

Dari keterangan istri korban, Dedi mengungkapkan bahwa keluarga sebenarnya masih memiliki uang tunai dan persediaan bahan pokok. 

Namun, korban diduga mengalami tekanan ekonomi akibat utang puluhan juta rupiah kepada beberapa lembaga keuangan, termasuk bank emok dan Bank BTPN Syariah.

Baca Juga: Tanggapi rencana konferensi pers, GaroSero rilis foto Kim Soo-hyun, diklaim dari momen liburan dengan Kim Sae-ron saat masih SMA

“Menurut istri korban, kebutuhan dapur masih tercukupi. Tapi keluarga ini memiliki utang puluhan juta rupiah,” jelas Dedi.

Ia menekankan pentingnya penegakan hukum dan mengapresiasi langkah cepat Polres Subang yang telah menangkap delapan tersangka pengeroyokan.

“Apapun alasannya, tindakan main hakim sendiri tidak bisa dibenarkan. Kita ini negara hukum,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Gubernur memberikan bantuan sebesar Rp5 juta untuk kebutuhan sehari-hari keluarga korban dan Rp30 juta untuk melunasi utang korban. 

Baca Juga: Volume kendaraan di Tol Cipali naik 59 persen, Astra Tol pastikan akses keluar tetap aman

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X