Kilas balik eks Mendikti Saintek Satryo yang kena reshuffle Prabowo, pernah ingin cetak jiwa kritis generasi muda hingga kena geruduk ASN

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:59 WIB
Potret Eks Mendikti Saintek, Satryo Brodjonegoro (Dok. Kemdikti Saintek RI)
Potret Eks Mendikti Saintek, Satryo Brodjonegoro (Dok. Kemdikti Saintek RI)

"Kalau tidak, kita tidak bisa survive di masa depan," lanjutnya.

2. Pernah digeruduk pegawai ASN di kantor Kemdikti Saintek

Dalam kesempatan berbeda, pernah terjadi aksi demonstrasi ratusan pegawai ASN di depan kantor Kemendikti Saintek, Jakarta pada 20 Januari 2025 lalu.

Para pegawai ASN itu tampak membawa spanduk bertuliskan 'Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan Istri'. 

Baca Juga: Kini kenakan rompi oren setelah 4 kali mangkir, Wali Kota Semarang Mbak Ita dan suaminya mantan ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah resmi ditahan KPK

"Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga," teriak para ASN yang mengutarakan sindiran ke Satryo sebagaimana tertulis dalam spanduknya.

Sementara, di depan gedung Kemdikti Saintek terdapat spanduk bertuliskan: 'Pak Presiden, selamatkan kami dari menteri pemarah, suka main tampar, dan main pecat'.

Terkait aksi ini, Satryo yang kala itu menjabat sebagai Mendikti Saintek RI  berharap pegawainya tidak ada lagi melakukan unjuk rasa. 

Satryo menjawab pertanyaan terkait unjuk rasa itu yang akan dibawa ke jalur hukum. Menurutnya, ASN memang tidak diperbolehkan melakukan unjuk rasa.

Baca Juga: Jadi Mendiktisaintek baru Kabinet Merah Putih, ini rekam jejak Brian Yuliarto di bidang akademik yang memiliki total kekayaan Rp18,6 miliar

"Iya, karena kalau dilihat dari UU ASN, maka pegawai ASN itu tidak boleh melakukan demonstrasi atau unjuk rasa," terang Satryo kepada awak media di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin, 20 Januari 2025.

"Orang kita juga satu kantor, kan lebih baik kita bicarakan saja, sampaikan, tidak perlu unjuk rasa. Itu memang ada aturannya yang melarang mereka unjuk rasa," pungkasnya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X