Kilas balik eks Mendikti Saintek Satryo yang kena reshuffle Prabowo, pernah ingin cetak jiwa kritis generasi muda hingga kena geruduk ASN

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Sabtu, 22 Februari 2025 | 21:59 WIB
Potret Eks Mendikti Saintek, Satryo Brodjonegoro (Dok. Kemdikti Saintek RI)
Potret Eks Mendikti Saintek, Satryo Brodjonegoro (Dok. Kemdikti Saintek RI)

GENMILENIAL.ID - Presiden Prabowo Subianto yang melakukan pergantian menteri Kabinet atau reshuffle, pada Rabu, 19 Februari 2025.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah menteri pertama yang terkena reshuffle ini.

Eks Mendikti Saintek itu digantikan oleh Brian Yuliarto yang juga dikenal sebagai Guru Besar ITB.

Hal itu berdasarkan Keppres nomor XXVIP tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri negara Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029.

Baca Juga: Pernah mengaku kecanduan obat-obatan terlarang, musisi ternama Fariz RM kembali ditangkap untuk kali keempat karena narkoba

"Saya bersumpah akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti kepada bangsa dan negara," begitu sumpah Brian sebagai Mendikti Saintek RI yang baru menggantikan Satryo Brodjonegoro di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 19 Februari 2025.

Berkaca dari hal itu, terdapat kilas balik perjalanan Eks Mendikti Saintek Satryo yang pernah menjadi buah bibir masyarakat Tanah Air. Berikut di antaranya.

 

1. Janji cetak generasi muda yang berjiwa kritis

Mengintip perjalanan selama menjadi Mendikti Saintek sejak Oktober 2024 hingga Februari 2025, Satryo pernah melempar pernyataan menarik di hadapan publik Tanah Air.

Satryo pernah berjanji untuk mencetak generasi muda Tanah Air memiliki jiwa yang kritis dalam berpikir.

Baca Juga: Mana yang benar, dipecat atau mengundurkan diri? begini pengakuan Satryo Soematri usai pengumuman reshuffle pertama kepemimpinan Presiden Prabowo

Eks Mendikti Saintek itu menilai, berpikir kritis (critical thinking) perlu dimiliki generasi muda untuk dapat bertahan di masa mendatang.

"Kita harus mentransformasikan metodologi pendidikan kita, dan harus membuat anak-anak kita semua punya critical thinking," ujar Satryo usai serah terima jabatan di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, pada 21 Oktober 2024 lalu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X