Selain avtur dan harga sewa pesawat, Bos Garuda itu juga mengatakan ada hal lain yang membuat tiket mahal.
Yakni pelayanan kepada calon penumpang saat berada di bandara.
Rincian layanan bandara yang disebutkan oleh Wamildan seperti biaya lepas landas, pendaratan, sewa ruangan, sewa ruangan bandara, bea masuk suku cadang, dan parkir pesawat yang semuanya dibayar oleh pihak maskapai.
Biaya yang dikeluarkan itu sebagian besar juga dikenakan pajak.
“Ada biaya terkait layanan di bandara, lalu ada take off landing fee yang harus kami bayar dan itu belum termasuk pajak,” ungkap Wamildan.
Baca Juga: Bukan efek langsung, ini korelasi Covid-19 sebabkan bopeng di wajah seperti yang diucapkan doktif
“Jadi semua transaksi yang kami lakukan terkait avtur dan pembayaran jasa pelayanan bandara termasuk sewa ruangan kami di bandara terikat dengan pajak,” ucapnya.
“Belum kami sampaikan ada bea masuk dari suku cadang yang masuk ke Indonesia, itu juga kena pajak,” imbuhnya.
Garuda memiliki margin tipis karena pesawat full service
Dalam momen itu, Wamildan juga membongkar jika Garuda memiliki margin tipis karena maskapai tersebut memilih untuk full service.
Ini berarti bahwa Garuda harus memberikan layanan makanan ringan hingga makanan berat kepada penumpang.
Wamildan kemudian membandingkan dengan Citilink yang merupakan pesawat Low Cost Carrier atau LCC di mana pesawat ini memberikan tarif rendah dengan menghapus beberapa layanan penumpang.
“Kami (Garuda) maskapai full service, dapat kami sampaikan revenue to cost, cost to revenue itu sangat tipis jadi 94 persen,” kata Wamildan.
Artikel Terkait
Ingin merasa nyaman di dalam pesawat? Anda bisa mengikuti cara ini
Prabowo perintahkan Menteri BUMN pastikan tiket pesawat turun 10 persen saat Nataru, jamin rakyat aman dan nyaman
Intip keseruan perayaan HUT Perumda TRS ke-44, dari mulai 'Gerak Jalan Sehat' hingga santunan anak yatim
Berkaca dari 3 kecelakaan pesawat di akhir tahun 2024, intip 5 tragedi yang pernah hebohkan Indonesia dalam 5 tahun terakhir
Pesawat ajaib ini terbang ke masa lalu, berangkat tahun 2025 dan mendarat tahun 2024
Pemilik mobil dinas RI-36 tuai sorotan, ini 3 fakta menohok pejabat di Swedia yang sederhana tanpa hak istimewa
Keseruan BRI CoreLab di Kampus USU Kota Medan: Bahas seputar content creator hingga asupan pengetahuan digital buat Gen Z!