Bos Garuda beberkan alasan tiket pesawatnya mahal, dari harga avtur hingga biaya layanan bandara yang ditanggung maskapai

photo author
Mustafa Kamal, Genmilenial
- Minggu, 26 Januari 2025 | 19:34 WIB
Bos Garuda ungkap alasan tiket pesawat Garuda mahal (Instagram.com/garuda.indonesia)
Bos Garuda ungkap alasan tiket pesawat Garuda mahal (Instagram.com/garuda.indonesia)

Selain avtur dan harga sewa pesawat, Bos Garuda itu juga mengatakan ada hal lain yang membuat tiket mahal.

Baca Juga: Persikas Subang buat tak berkutik RANS Nusantara FC dengan skor 2-0 di babak play off degradasi Liga 2

Yakni pelayanan kepada calon penumpang saat berada di bandara.

Rincian layanan bandara yang disebutkan oleh Wamildan seperti biaya lepas landas, pendaratan, sewa ruangan, sewa ruangan bandara, bea masuk suku cadang, dan parkir pesawat yang semuanya dibayar oleh pihak maskapai.

Biaya yang dikeluarkan itu sebagian besar juga dikenakan pajak.

“Ada biaya terkait layanan di bandara, lalu ada take off landing fee yang harus kami bayar dan itu belum termasuk pajak,” ungkap Wamildan.

Baca Juga: Bukan efek langsung, ini korelasi Covid-19 sebabkan bopeng di wajah seperti yang diucapkan doktif

“Jadi semua transaksi yang kami lakukan terkait avtur dan pembayaran jasa pelayanan bandara termasuk sewa ruangan kami di bandara terikat dengan pajak,” ucapnya.

“Belum kami sampaikan ada bea masuk dari suku cadang yang masuk ke Indonesia, itu juga kena pajak,” imbuhnya.

Garuda memiliki margin tipis karena pesawat full service

Dalam momen itu, Wamildan juga membongkar jika Garuda memiliki margin tipis karena maskapai tersebut memilih untuk full service.

Ini berarti bahwa Garuda harus memberikan layanan makanan ringan hingga makanan berat kepada penumpang.

Baca Juga: Presiden Donald Trump kritik penanganan kebakaran Los Angeles yang dinilai lamban: Buat Amerika terlihat lemah

Wamildan kemudian membandingkan dengan Citilink yang merupakan pesawat Low Cost Carrier atau LCC di mana pesawat ini memberikan tarif rendah dengan menghapus beberapa layanan penumpang.

“Kami (Garuda) maskapai full service, dapat kami sampaikan revenue to cost, cost to revenue itu sangat tipis jadi 94 persen,” kata Wamildan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mustafa Kamal

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X