Awal berbisnis pada era 70-an
Kesuksesan konglomerat ini bermula saat mendirikan PT Mayora Indonesia pada 17 Februari 1977 lalu.
Hendra bersama dua rekannya, Darmawan Kurnia dan Raden Soedigdo membangun PT Mayora Indonesia di Jakarta dengan mengoperasikan pabrik pertamanya di Tangerang, Banten.
Sebelum Teh Pucuk Harum, Biskuit Roma adalah produk jagoan perusahaan yang dibangun oleh Hendra.
Pada tahun 1980, PT Mayora Indonesia meluncurkan permen kopi pertama di Indonesia, Kopiko yang langsung mencuri hati konsumen.
Kemudian, merek-merek produk makanan dan minuman yang dijual oleh perusahaan Hendra itu adalah Beng-beng, Astor, Choki-choki, hingga Torabika.
Setiap kali meluncurkan produk makanan atau minuman baru, perusahaan itu selalu menggaungkan slogan 'Satu Lagi dari Mayora'.
Tinggalkan profesi dokter demi jualan es teh
Paling menarik dari kisah Hendra adalah tentang caranya membangun bisnis dari usaha biskuit rumahan hingga produk es teh.
Pendiri PT Mayora Indonesia ini merupakan konglomerat yang berlatar belakang pendidikan kedokteran.
Dalam perjalanan kariernya, Hendra cenderung memilih mengembangkan produksi biskuit skala kecil menjadi perusahaan yang memproduksi berbagai berbagai jenis makanan ringan dan minuman yang kini dikenal luas.
Keinginan Hendra untuk menghadapi dunia bisnis kini tampaknya membuahkan hasil yang positif.
Artikel Terkait
Manusia Rp70 triliun ini punya aplikasi desain sederhana yang bikin orang ketagihan saat mencobanya, bisa tebak?
Siap manjakan pengunjung, Flora Wisata D’Castello launching wahana baru kolam rendam dewasa dan anak-anak, gratis 3 hari buruan datang!
Gegara plastik belanja online yang bejibun di rumahnya, anak muda ini justru punya ide bisnis brilian dari bungkus paket berbahan alami
Driver ojol bisa jadi menteri? kisah Immanuel Ebenezer yang dulu cuman modal surat nikah namun kini asetnya miliaran
Apa itu manajemen brand? inilah alasan pentingnya memahami kekuatan nama toko belanja online demi bisa tarik minat pelanggan
Pendiri Lippo Group ini bangga dengan didikan ayahnya, begini cerita Mochtar Riady saat membangun bisnis dari nol
KEK Wahana Patimban dan Smartpolitan akan ciptakan 200 ribu lapangan kerja, Pj. Bupati harap lembaga pendidikan di Subang cetak SDM unggul