Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir. Cut Huzaimah yang dalam kesempatan tersebut turut mewakili Pj. Gubernur Aceh mengatakan bahwa Pemerintah Aceh saat ini sedang merancang klaster khusus kelapa sawit di beberapa daerah.
Disamping itu, pihaknya juga sedang merancang keutuhan ekspor pada industri kelapa sawit dalam rangka meningkatkan nilai tambah.
Cut Huzaimah juga menyebut bahwa Workshop UKMK Sawit Goes to Campus merupakan sebuah langkah strategis yang berupaya dalam pemberdayaan UMKM kelapa sawit di Aceh.
"Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan para pelaku UMKM, tetapi juga untuk membangun jembatan antara dunia akademisi dengan dunia usaha," ungkapnya.
Lanjut Cut Huzaimah, kelapa sawit telah lama menjadi komunitas unggulan dalam perekonomian di Indonesia, termasuk di Aceh.
Namun ia juga harus mengakui bahwa industri kelapa sawit banyak menghadapi tantangan terutama dari isu keberlanjutan hingga fluktuasi harga di pasar global.
"Peran UMKM sawit sangatlah penting, memiliki adaptasi yang baik terhadap kebutuhan pasar dengan pemberdayaan yang tepat UMKM sektor kelapa sawit dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang tangguh dan berkelanjutan, pemerintah Aceh berkomitmen penuh untuk pengembangan UMKM," jelasnya.
Dengan kegiatan tersebut, kata Cut Huzaimah dapatmelakukan sinergi antara pemerintah daerah dan pusat juga pelaku usaha.
"Khusus pemuda Muhammadiyah didalam memajukan sektor UMKM dalam inovasinya dapat menjadikan katalisator dalam perubahan industry ini, menjadi pelopor dalan technology sektor kelapa sawit," kata Cut Huzaimah
Baca Juga: Lebih dari sekadar penyegar dahaga, ini 7 manfaat konsumsi jus tomat bagi kesehatan
"Kepada akademisi dan mahasiswa kami menyampaikan dan mengajak untuk terlibat aktif dalam pengembangan insdustri kelapa sawit yang berkelanjutan," sambungnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pengembangan industri kelapa sawit harus memperhatikan aspek keperuntukanya dan dapat menciptakan berbagai aspek bisa bergerak, seperti aspek ekonomi, sosial dan juga lingkungan.
"Ini adalah tantangan sekaligus peluang bagi kita untuk menciptakan insustri kelapa sawit yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi tapi juga ramah lingkungan, memberikan manfaat sosial bagi kita," tuturnya.
Artikel Terkait
Mengenal Aceh Darussalam, tanah rencong yang kaya budaya dan sejarah
Pemuda Muhammadiyah Subang soroti maraknya peredaran narkoba dan apresiasi Polres Subang yang gencar lakukan pemberantasan narkoba
Hadapi PON Aceh-Sumut 2024, 21 atlet dan pelatih muaythai Jabar lakukan training camp di Thailand
Berasal dari iuran anggota, Pemuda Muhammadiyah Subang dirikan amal usaha peternakan sapi
Gandeng Pemuda Muhammadiyah, KPU Subang gelar sosialisasi Pilkada 2024 untuk segmen kepemudaan, ini target yang diharapkan!
Pilkada 2024, ini harapan Pemuda Muhammadiyah terkait kepemimpinan Subang kedepan, isu kesenjangan dan keadilan sosial masih faktor utama
4 Masalah penyelenggaraan PON Aceh-Sumut 2024, intip perbandingan anggaran dengan PON Papua 2020