"Nantikan by sistem akan muncul dalam rujukan, Hamori ini tipe C kalau disekitar sini ada tipe D biasanya yang muncul dilayar itu tipe D dulu, kalau tipe D gak muncul baru tipe C, kalau tipe C pasti muncul RS Hamori, RS PTPN, nanti terserah pasienya dia mau memilih yang mana," jelasnya.
Senada dengan Kadinkes Subang, Direktur Rumah Sakit Hamori, dr. Alief Radhianto menyampaikan bahwa rumah sakit yang saat ini dipimpinya merupakan rumah sakit dengan fasilitas kesehatan tipe C dimana kerjasama dengan BPJS merupakan kerjasama tingkat lanjutan.
"Kerjasama dengan BPJS ini kita menerima rujukan dari faskes tingkat pertama yang merupakan pasien dari puskesmas dan klinik-klinik," tuturnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Sumedang, Jayadi menyampaikan bahwa kerjasama pihak BPJS Kesehatan dengan RS Hamori diharapkan bisa memberikan keuntungan bagi semua pihak.
"Rumah Sakit Hamori ini sudah akreditasi dan didukung oleh Dinas Kesehatan juga, proses akreditasi berjalan dengan baik, syarat untuk kerjasama dengan BPJS Kesehatan itu akreditasi," pungkasnya.
Jayadi juga menyampaikan bahwa RS. Hamori sudah ditunggu oleh masyarakat Subang, akses yang strategis dengan Tol dan berharap pelayanan juga bagus buat masyarakat.
Pihak BPJS sendiri lanjut Jayadi saat ini tengah berupaya untuk memberikan kemudahan-kemudahan pelayanan bagi para peserta BPJS yakni berupa tidak harus selalu ada kartu BPJS tapi juga bisa dilakukan dengan menunjukan KTP elektronik dan tidak perlu di photocopy.
"Kalau berobat jangan selalu pake kartu, pake KTP gak apa-apa, karena orang dilapangan mungkin lupa atau hilang," tuturnya.
Artikel Terkait
Muhammadiyah hibahkan rumah sakit lapangan ke pemerintah Turkiye senilai Rp2,5 miliar
Kunjungi puluhan nelayan, Mochamad Lukmantias Amin tawarkan soal jaminan ketenagakerjaan dan layanan kesehatan
Terkait layanan kesehatan, Bupati Subang minta Nakes layani pasien penuh ketulusan seperti keluarga sendiri
Tingkatkan layanan kesehatan, Dinkes Subang akan lakukan 6 transformasi perubahan ini, termasuk digitalisasi
Rumah Sakit Indonesia di Gaza kena dampak serangan Israel, ini pernyataan Kemlu terkait kondisi terkini
Transformasi layanan primer bidang kesehatan, dr. Maxi targetkan tahun 2024 setiap desa di Subang miliki satu Posyandu Prima
Kadinkes Subang dr. Maxi dinobatkan wartawan Subang sebagai Kadis paling komunikatif