GENMILENIAL.ID - Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Subang, dr. Maxi hadir dan turut serta dalam menyaksikan penandatanganan kerjasama antara Rumah Sakit (RS) Hamori dengan BPJS Kesehatan pada Jumat, 5 Januari 2024.
RS HAMORI merupakan sebuah rumah sakit baru di Kabupaten Subang dengan segala fasilitas dan tempat yang cukup baik dan nyaman, penandatangan kerjasama RS Hamori dan BPJS Kesehatan merupakan hal yang paling dinantikan oleh masyarakat Kabupaten Subang.
Pasalnya sebagian besar penduduk masyarakat Subang merupakan bagian dari pengguna BPJS Kesehatan, kolaborasi RS Hamori dan BPJS Kesehatan diharapkan menjadi sebuah terobosan baru untuk layanan kesehatan yang lebih baik di Kabupaten Subang.
"97 Persen masyarakat Subang sudah peserta BPJS walaupun yang aktifnya baru 66 persen, tentunya dengan kerjasama BPJS Kesehatan dengan Hamori bagi kami suatu kebahagiaan besar bagi saya," kata Kadinkes Subang, dr. Maxi pada awak media, Jumat 5 Januari 2024.
Baca Juga: 3 Orang tewas dan puluhan lainya luka-luka dalam kecelakaan kereta di Cicalengka Bandung, Jawa Barat
Lanjut dr. Maxi kehadiran RS. Hamori yang saat ini melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan menjadikan sebuah pilihan sendiri bagi masyarakat Kabupaten Subang yang mengharapkan pelayanan kesehatan lebih baik.
"Dengan tampilan gedung yang luar biasa, mudah-mudahan pelayananya juga bagus, ramah, masyarakat Subang menjadi ada pilihan," ucap dr. Maxi.
"Ini juga menjadi pemicu bagi kompetitor yang lain bahwa mereka harus meningkatkan pelayanan, apakah tampilan ruangan dan segala macam, kalau tidak mereka akan lewat sama pesaing-pesaing yang baru yang menjanjikan mutu pelayanan," tambahnya.
Iklim yang baik, lanjut dr. Maxi akan meningkatkan pelayanan yang lebih baik bagi fasilitas kesehatan di Kabupaten Subang.
Baca Juga: Kadinkes Subang dr. Maxi dinobatkan wartawan Subang sebagai Kadis paling komunikatif
Kadinkes Subang yang saat ini populer sebagai Kadis yang paling komunikatif dengan para awak media ini juga menyampaikan dalam prakteknya nanti jangan ada diskriminasi anatara pasien BPJS dan Non BPJS.
"Jangan ada diskriminasi, justru BPJS kesehatan ini secara ekonomi kesehatan merupakan salah satu asuransi terbesar didunia pesertanya dan saat ini realita dilapangan kalau faskes tidak join dengan BPJS Kesehatan akan kolaps," terangnya.
Supaya eksis, kata dr. Maxi maka harus dibuat pelayanan yang baik bagi masyarakat agar kerjasama yang dilakukan bisa terus dikembangkan, karena pihak BPJS Kesehatan juga akan melakukan evaluasi.
Terkait layanan rujukan sendiri, kata dr. Maxi bahwa RS Hamori merupakan rumah sakit dengan fasilitas kesehatan tipe C, layananya sendiri nanti akan dilakukan secara sistem.
Artikel Terkait
Muhammadiyah hibahkan rumah sakit lapangan ke pemerintah Turkiye senilai Rp2,5 miliar
Kunjungi puluhan nelayan, Mochamad Lukmantias Amin tawarkan soal jaminan ketenagakerjaan dan layanan kesehatan
Terkait layanan kesehatan, Bupati Subang minta Nakes layani pasien penuh ketulusan seperti keluarga sendiri
Tingkatkan layanan kesehatan, Dinkes Subang akan lakukan 6 transformasi perubahan ini, termasuk digitalisasi
Rumah Sakit Indonesia di Gaza kena dampak serangan Israel, ini pernyataan Kemlu terkait kondisi terkini
Transformasi layanan primer bidang kesehatan, dr. Maxi targetkan tahun 2024 setiap desa di Subang miliki satu Posyandu Prima
Kadinkes Subang dr. Maxi dinobatkan wartawan Subang sebagai Kadis paling komunikatif