GENMILENIAL.ID - SMPN 6 Subang saat ini menjadi ruang dan tempat bagi para mahasiswi program Kampus Mengajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbudristek) selama 4 bulan.
Selama 4 bulan tersebut para mahasiswi melakukan berbagai aktivitas kegiatan dan bermitra dengan para guru pembelajaran di sekolah dalam melakukan strategi pembelajaran yang kreatif, inovatif dan menyenangkan kepada para siswa dan siswi.
Ketua Kampus Mengajar (Kamjar) yang juga mahasiswi Pendidikan Bahasa Korea dari Universitas Pendidikan Indonesia mengatakan bahwa ada dua pendidikan dasar dalam menjalankan program Kamjar Kemendikbudristek yaitu di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
“Kebetulan kita kebagian di SMP, kalau secara sederhananya lebih mirip KKN tapi bukan di desa ya, di sekolah gitu, kalau di KKN lebih membangun desa, kalau di sekolah lebih ke menyusun program-program nya di sekolah,” kata Agnes Oktaviani.
Ia juga menuturkan bahwa dirinya dan teman-teman dari berbagai Universitas lainya sudah 2 bulan melakukan aktivitas Kampus Mengajar di SMPN 6 Subang.
“Kita lumayan hectik juga ya, karena programnya lumayan banyak, kita harus menyusun program ini, berkoordinasi dengan guru, berkoordinasi dengan siswa, banyak hal yang harus kita lakukan selama program Kamjar ini,” ujarnya.
Agnes juga menuturkan bahwa mengikuti program Kamjar Kemendikbudristek merupakan pengalaman pertamanya, begitu juga dengan teman-temanya dari berbagai Universitas.
“Kita juga ngobrol ke banyak pihak selama kegiatan ini, ya lumayan oke lah, sebuah pengalaman,” tuturnya.
Bahkan selama menjalankan kegiatan tersebut, Agnes dan teman-temanya sempat sakit dan dirawat jalan, tapi hal tersebut kata mahasiswi asal Subang ini lebih tergantung kepada kondisi tubuh masing-masing.
“Banyak yang sakit, tapi itu balik lagi tergantung kondisi setiap orang kan beda,” ucapnya.
Lanjut sisa waktu 2 bulan lagi dari program Kamjar, ada beberapa program yang belum terlaksana salah satunya kolaborasi dengan guru bahasa Indonesia dan juga pagelaran.
Agnes juga mengungkapkan bahwa ia dan teman-temanya ditugaskan untuk membawa isu tiga dosa pendidikan yaitu bullying, kekerasan seksual dan narkotika atau obat-obatan terlarang.