“Balik lagi ya, karena memang kita ditugaskan untuk membawa isu tiga dosa besar pendidikan jadi kita membawakan temanya itu, ada bullying, ada kekerasan seksual, ada narkotika dan obat-obatan,” terangnya.
Selama mengikuti kegiatan tersebut, kata Agnes ia memiliki banyak sekali pengalaman, menurutnya sangat beda sekali antara teori yang dia pelajari di kampusnya dengan apa yang dipraktekanya.
“Yang utama adalah pengalaman ya, karena beda sekali antara teori dengan dilapangan itu jauh beda, kita belajar mungkin di kuliah itu cuma teori-teorinya, kaya micro teaching itu kan mengajar, tapi mengajarnya sesuai dengan keahlian kita,” tuturnya.
Sedangkan saat melakukan Kamjar di SMPN 6 Subang, Agnes juga menyampaikan bahwa ia dan teman-temanya juga membuat media pembelajaran dan berkolaborasi dengan para guru.
Baca Juga: Diikuti ratusan siswa, SMPN 6 Subang dan Mahasiswi Kamjar Kemdikbud gelar Literasi Numerasi
Kata Agnes melakukan komunikasi dengan para guru dan siswa juga merupakan bagian dari sebuah skill, karena bagi yang belum terbiasa akan sulit melakukan hal tersebut terutama terkait public speaking.
“Karena gak semua orang itu berani untuk ngobrol di depan orang gitu, jadi yang kita dapat adalah pengalaman-pengalaman itu, yang gak kita dapetin di kuliahan,” ucapnya.
Untuk sekolah sendiri, kata Agnes ia dan teman-temanya banyak membuat program yang dihatapkan nantinya juga menyimpan banyak kenangan.
“Kita membantu perpus, jadi kita meninggalkan beberapa kenang-kenangan, kita membantu lagi menata perpus, menghias perpus dan menghias mading,” terangnya.
Baca Juga: DPRD Subang berduka, kurun waktu Februari hingga Mei 2024, 3 orang anggota DPRD meninggal dunia
Sejak pandemi covid, kata Agnes Mading di sekolah SMPN 6 Subang tidak berjalan, saat ini ketika ia dan teman-temanya melakukan program Kamjar berusaha untuk menghidupkan kembali mading tersebut.
“Kita mengadakan lagi mading, biar mading itu jalan lagi dan kita berkolaborasi juga dengan OSIS agar itu menjadi program wajib berkelanjutan,” ungkapnya.
Selain mading, lanjut Agnes pihaknya juga membuat konten-konten terkait pendidikan karakter.
“Kita juga membuat konten-konten pendidikan karakter terkait pendidikan karakter,” tuturnya.
Artikel Terkait
Simposium Nasional Persatuan Aliansi BEM Nusantara hadirkan semangat persatuan dan arah gerakan mahasiswa
70 tahun Hari Tritura, mengenang aksi mahasiswa bersejarah pada 10 Januari 1966
Mahasiswa Teknik Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta lakukan kunjungan ke PT Dahana
Kunjungi PT Dahana, mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta belajar bahan peledak dan sejarah PT Dahana
Refleksikan kegelisahan perempuan, Mahasiswa GMNI gelar aksi pembagian mawar, teaterikal dan musikalisasi puisi
Peringati Dies Natalis ke-70, GMNI Subang gelar Bukber Manis dan bagi-bagi tajil kepada para pengendara yang sedang ngabuburit
Belajar bahan peledak komersil, 29 Siswa Dikbangspes Ba Yanmin Polri dari seluruh Polda di Indonesia kunjungi PT Dahana