GENMILENIAL.ID - Universitas Subang menjadi tuan rumah bagi gelaran acara Simposium Nasional Persatuan Aliansi BEM Nusantara yang dilaksanakan terhitung sejak 24 sampai 26 Oktober 2023.
Dengan dihadiri perwakilan dari 122 Kampus dari berbagai Universitas yang ada di Indonesia, kegiatan simposium ini bertujuan untuk mewujudkan persatuan aliansi BEM nusantara.
Ketua Pelaksana Simposium Nasional Persatuan Aliansi BEM Nusantara, Mochamad Zehan Ali Akbar mengatakan mahasiswa yang mengikuti simposium tersebut diharapkan dapat menghadirkan langkah baru perjuangan gerakan mahasiswa kedepan.
"Dapat menghadirkan langkah baru yang mampu mengembalikan semangat reformasi sebagai landasan ide dan arah gerak kedepan, beserta nilai demokrasi didalamnya melalui ragam bentuk perjuangan yang nyata," ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, ragam opini, pendapat dan gagasan pun terlontar dari para peserta, narasi optimis pergerakan mahasiswa kembali didengungkan untuk mengembalikan marwah dan bara perjuangan gerakan mahasiswa.
Simposium ini, kata Zehan sebagai langkah konkret untuk menyatukan faksi-faksi gerakan mahasiswa yang terpecah menjadi dua kubu sejak temu Nasional di Surabaya pada tahun 2021.
"Simposium Nasional Persatuan Aliansi ini digelar dengan cita-cita mewujudkan persatuan aliansi BEM Nusantara yang terpecah menjadi dua kubu sejak Temu Nasional di Surabaya pada tahun 2021," ucapnya.
Dengan persatuan dan kesatuan, menjadi sebuah basis nilai tersendiri dalam bentuk jalinan kasih yang terus dirajut dan menjaga soliditas gerakan demi mengembalikan aliansi kepada perjuangan sejati.
Pada simposium ini juga lahir nilai utama dari reformasi dengan tajuk 'Bangkitkan Semangat Reformasi, Untuk Jaga Demokrasi' yang dilalui melalui sebuah proses dialektis.
Baca Juga: Diduga motif soal harta dan yayasan, kuasa hukum Danu sebut klienya bukan pelaku utama
Lanjut Zehan, Lahirnya semangat tersebut merupakan momentum strategis untuk kembali membangkitkan gairah serta api semangat gerakan mahasiswa di tingkat daerah maupun nasional.
"Dalam kenyataanya, kami memaknai pembacaan terhadap reformasi bukan hanya sekedar jargon dan euforia semata, lebih jauh dari itu, reformasi merupakan titik balik kehidupan bangsa dan negara," jelasnya.