“Bagi saya, ajang ini bukan hanya tentang mendapatkan sebuah gelar, tetapi juga tentang bagaimana setiap proses yang dilalui dapat menjadi bekal untuk terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” katanya.
Meski belum menjadi juara utama, Haffi menilai keberhasilannya masuk Top 6 dan memperoleh gelar Terinspiratif sebagai pengalaman yang berarti.
“Walaupun belum menjadi juara utama, bagi saya pencapaian tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti karena memberikan kesempatan untuk belajar,” tutur Haffi.
Ajang Putra Putri Emas Nusantara menjadi salah satu wadah bagi generasi muda Indonesia untuk mengembangkan potensi, wawasan, kemampuan komunikasi, serta kepercayaan diri.
Bagi Haffi, pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengembangan diri yang telah dibangunnya melalui berbagai bidang.
Dengan latar belakang sebagai mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, Duta Baca Kabupaten Subang, Duta Digital Indonesia, Duta Literasi Digital Indonesia, aktivis organisasi, dan penulis, Haffi terus mengembangkan pengalaman melalui berbagai kegiatan kepemudaan.
Kini, pencapaiannya sebagai Top 6 sekaligus peraih gelar Terinspiratif dalam ajang Putra Putri Emas Nusantara menjadi salah satu catatan dalam perjalanan Haffi sebagai mahasiswa Universitas Mandiri Subang yang aktif mengembangkan potensi di berbagai bidang.***
Artikel Terkait
Kampus dan pemerintah daerah diminta bersinergi, Universitas Subang didorong jadi motor inovasi lokal
Bupati Subang ajak wisudawan jadi agen perubahan, kampus diminta aktif bangun daerah
CoreLab 2025 di Unesa: Promedia bekali mahasiswa Gen Z skill content creator untuk hadapi persaingan digital
GMNI Subang tegaskan masa depan pertanian tak boleh tersisih oleh proyek industrialisasi
Mikail Fajar Dwicaksono sang alumni SMSR Yogyakarta yang lolos SNBP 2026: Berbekal karya ‘Fine Art’, raih mimpi ke ITB
Mahasiswa Universitas Djuanda Bogor industry visit ke kantor Promedia Group, pelajari perkembangan media di era digital
Demo mahasiswa 18 Agustus 2026 di Bundaran HI, BEM UI bawa 8 tuntutan untuk pemerintah