Baca Juga: Cerita penyintas banjir bandang Aceh Tamiang: Dikira banjir biasa, kami tak punya persiapan
“Lihat di sini, adek-adek di sini mulai kena gatal kulit. Ada yang di wajah, di kaki,” lanjutnya sambil menunjukkan kondisi anak-anak di lokasi.
Abdi menjelaskan, penyakit kulit tersebut diduga kuat dipicu oleh air yang masih tercemar lumpur, sanitasi yang belum sepenuhnya pulih, serta curah hujan yang masih tinggi di wilayah Aceh Tamiang.
Minta bantuan obat ke masyarakat Indonesia
Melalui unggahannya, King Abdi secara terbuka meminta bantuan masyarakat Indonesia untuk membantu penyintas bencana di Aceh Tamiang, khususnya dalam bentuk obat-obatan.
“Saya butuh pasokan obat salep, obat gatal. Saya minta tolong, nanti bisa langsung disalurkan,” kata Abdi.
Ia menegaskan bahwa hingga kini kondisi pascabencana masih jauh dari kata normal. Lumpur masih terlihat di banyak titik, sementara air bersih belum sepenuhnya tersedia.
“Di sini curah hujan masih tinggi, lumpur, air kotor. Jadi saya minta tolong untuk teman-teman semuanya, lapisan masyarakat Indonesia, kami butuh obat,” tegasnya.
Unggahan disambut dukungan warganet
Hingga Selasa, 13 Januari 2026 pukul 19.30 WIB, unggahan tersebut telah disukai lebih dari 76,1 ribu pengguna Instagram.
Kolom komentar dipenuhi doa serta dukungan bagi warga Aceh Tamiang dan apresiasi terhadap aksi kemanusiaan King Abdi.
“Terus bersuara, King. Agar seluruh masyarakat tahu dan bisa membantu korban di Aceh,” tulis akun @agung.wijaya.26.
“Semoga semuanya kembali pulih, tabah untuk warga di sana,” tulis akun @wira_aditya.***