Banjir bandang dan longsor membuat akses darat menuju desa-desa di Kecamatan Linge terputus total.
Kondisi ini memaksa warga menggunakan jembatan tali darurat dengan arus sungai yang deras di bawahnya.
Baca Juga: Dokter Tifa klaim ada enam versi ijazah Jokowi, soroti emboss dan watermark versi Polda Metro Jaya
“Perjuangan tanpa henti mereka secara bergotong royong terus memulihkan desa agar keluar dari kondisi terisolir akibat bencana,” lanjut keterangan dalam unggahan tersebut.
Sebelumnya, sempat terjadi insiden putusnya tali jembatan pada Selasa 6 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WIB.
Saat itu, sejumlah warga dan relawan yang tengah meniti jembatan untuk melansir bantuan terjatuh ke sungai dan sempat hanyut beberapa meter.
Beruntung, warga bersama personel TNI yang berada di lokasi langsung melakukan penyelamatan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Masih 26 desa terisolir, bantuan lewat jalur udara
Menurut laporan Dinas Kominfo Aceh Tengah, perbaikan tali jembatan darurat langsung dilakukan pada hari yang sama agar mobilitas warga tidak terhenti total.
Namun, keterisolasian masih menjadi persoalan besar. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah, setidaknya 26 desa masih terisolir, dengan jumlah warga terdampak mencapai ratusan jiwa.
Di Desa Reje Payung sendiri, terdapat sekitar 331 jiwa yang masih bergantung pada jalur darurat.
Sulitnya akses membuat penyaluran bantuan dilakukan melalui jalur udara.
Baca Juga: Panen raya jagung Polres Subang jadi bukti peran aktif Polri dorong swasembada pangan nasional
Pada Rabu 7 Januari 2026, bantuan logistik ke Desa Reje Payung disalurkan menggunakan helikopter untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.