Para relawan terjebak di jalur rusak tanpa bisa bergerak maju maupun mundur.
Baca Juga: Viral di Hari Ibu, polisi izinkan anak peluk ibunya yang sedang ditahan
“Kami saja antar logistik berhari-hari kami nyangkut di sini,” tuturnya.
Situasi ini menunjukkan betapa berat tantangan distribusi bantuan di wilayah terdampak bencana, terutama di daerah dengan kondisi geografis yang sulit seperti Bener Meriah.
Warga terpaksa jalan kaki cari makan
Di balik perjuangan relawan, ada pemandangan yang jauh lebih menyayat hati.
Sang relawan menyaksikan langsung bagaimana warga setempat terpaksa berjalan kaki melewati jalur berbahaya demi mencari kebutuhan pokok.
Baca Juga: Jembatan putus, Desa Sekumur Aceh Tamiang terisolasi: Warga tinggal di terpal dan butuh tenda layak
“Orang-orang pun ke sini jalan kaki untuk mencari sesuap nasi,” katanya.
Warga harus menempuh perjalanan panjang di tengah sisa bencana, melintasi jalur licin dan berisiko, hanya untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari yang kian menipis.
Sedih lihatnya, begini perjuangan mereka
Melihat kondisi tersebut, relawan tak kuasa menahan rasa haru.
Ia mengaku sedih menyaksikan perjuangan warga yang harus bertahan hidup dalam kondisi serba sulit.
Baca Juga: Warga Aceh di tengah banjir tunjukkan solidaritas untuk Gaza, ungkap kesedihan yang lebih besar
“Sulit, sedih lihatnya. Kayak beginilah perjuangan mereka cari nafkah, cari sesuap nasi,” imbuhnya dengan nada penuh empati.