“Ya Allah, musibah apa ini,” tulis SBY mengenang detik-detik awal menerima laporan bencana 2004.
Baca Juga: Distribusi bantuan airdrop dikritik, TNI tegaskan evaluasi menyeluruh demi keamanan warga
Dengan informasi yang terbatas, SBY segera menggelar rapat kabinet terbatas di Wisma Gubernur Papua dan mengambil keputusan cepat, berangkat langsung ke Aceh keesokan pagi, melewati pertimbangan untuk kembali ke Jakarta terlebih dahulu.
Keputusan itu diambil karena situasi dinilai sudah mengarah ke bencana nasional berskala besar.
Langkah-langkah darurat yang dikoordinasikan saat itu menjadi salah satu contoh respons cepat negara dalam menghadapi bencana besar, dan kini kembali menjadi sorotan ketika Aceh harus menghadapi bencana besar lainnya.***