GENMILENIAL.ID — Penemuan bayi laki-laki yang dibuang di persawahan Pusakanagara menjadi alarm keras tentang lemahnya edukasi tanggung jawab orang tua dan perlindungan anak di tingkat keluarga.
Ketua TP PKK Kabupaten Subang, Ega Anjani Reynaldy, langsung menjenguk bayi tersebut di RSUD Ciereng pada Selasa 2 Desember 2025 dan menegaskan bahwa kasus seperti ini tidak boleh kembali terjadi.
Kondisi bayi stabil, namun kasusnya ungkap krisis sosial
Petugas ruang perinatologi RSUD Ciereng menyampaikan bahwa kondisi bayi stabil setelah melalui penanganan berjenjang sejak ditemukan pada Minggu sore 30 November 2025.
Baca Juga: Tambang masuk babak baru, Kang Rey tekankan ‘jangan korbankan alam demi pembangunan’
Bayi tersebut pertama kali ditemukan dalam plastik di area persawahan, lalu dirawat bidan desa, Puskesmas Pusakanagara, hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Ciereng.
Ega menyampaikan kelegaan sekaligus keprihatinan mendalam.
“Alhamdulillah kondisinya sehat, tapi sangat sedih mendengar ada bayi ditinggalkan. Banyak orang berharap punya anak, sementara yang lain meninggalkan amanah sebesar ini,” ujarnya.
Seruan tanggung jawab: Menjadi orang tua harus dipikirkan matang-matang
Dalam kunjungannya, Ega menekankan bahwa kasus pembuangan bayi bukan hanya persoalan kemiskinan, tetapi juga kurangnya edukasi mengenai tanggung jawab dan kesiapan menjadi orang tua.
“Merawat anak adalah amanah besar. Tolong pikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan yang membahayakan nyawa anak,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat lebih terbuka mencari bantuan atau konseling jika menghadapi masalah kehamilan yang tidak siap, bukan mengambil jalan pintas yang membahayakan.
Dinsos ambil alih pengawasan, penanganan berlanjut