humaniora

Subang Nyastra Vol. 4: Sastra jadi ruang hidup, terapi jiwa, dan identitas bangsa

Minggu, 24 Agustus 2025 | 06:17 WIB
Para narasumber Bincang Sastra di Kegiatan Subang Nyastra Vol. 4 di Subang Creative Center, Sabtu, 23 Agustus 2025

GENMILENIAL.ID – Komunitas Subang Nyeni kembali menggelar Subang Nyastra Vol. 4 di Subang Creative Center, Sabtu, 23 Agustus 2025.

Acara yang mengusung tema 'Menemukan Cinta Dalam Sastra' ini menghadirkan sesi bincang sastra sore hari dan pentas sastra pada malam harinya.

Para narasumber menyampaikan pandangan beragam tentang makna sastra dalam kehidupan.

Kukun Kurniawan dari LESBUMI PCNU Subang menegaskan, sastra adalah gambaran kehidupan yang lahir dari budaya.

Baca Juga: ESAI: Korupsi dan simbol pragmatisme kolektif

“Selama kita masih menghirup udara, sastra akan ada. Dengan kekayaan bahasa dan budaya, sastra menjadi ciri khas kita sebagai bangsa besar. Saya harap acara ini bisa memasyarakatkan kembali sastra di semua kalangan,” ujarnya.

Pandangan historis disampaikan Yaya Suryana, Pemred GenMilenial.ID. Ia menekankan bahwa perjalanan bangsa Indonesia tidak lepas dari peran sastra.

“Sastra pernah menjadi media kritis, membentuk perubahan sosial dan spiritual, hingga menyuarakan semangat nasionalisme. Dari Pujangga Lama sampai Angkatan 2000, setiap era punya sumbangan penting bagi peradaban,” katanya.

Sementara itu, Sutrisna dari Tunas Musik Subang melihat sastra sebagai ruang katarsis.

Baca Juga: Tunjangan guru naik 2026, Kang Rey fokus wujudkan pendidikan unggul di Subang

“Bagi saya, sastra itu pelarian untuk mengobati jiwa. Dari karya Pramoedya hingga puisi Sapardi, saya belajar banyak tentang hidup. Sastra membuat kita bisa ‘meminjam telinga orang lain’ lewat tulisan,” ungkapnya.

Dari sisi personal, Hj. Siti Aminah penulis novel produktif asal Subang mengisahkan bagaimana menulis menjadi terapi hidup setelah kehilangan orang-orang tercinta.

“Sejak 2023 hingga 2025, saya sudah menulis 52 novel. Talenta bukan bawaan lahir, tapi hasil tekun dan rajin menulis. Menulis itu obat bagi jiwa saya,” tuturnya.

Ketua Panitia sekaligus Founder Subang Nyeni, Asep Kusmana, menegaskan tujuan Subang Nyastra adalah menghidupkan ekosistem literasi di Subang.

Halaman:

Tags

Terkini