“Tidak ada MCK, bahkan mandi dan buang air besar harus ke sawah yang ada di belakang gubuk jaraknya kurang lebih hampir 50 meteran karena harus memutar,” ungkapnya.
Hidup berdampingan dengan kandang domba
Kondisi tempat tinggal yang berdempetan dengan kandang domba juga menjadi tantangan tersendiri bagi mereka. Bau kotoran ternak menjadi hal yang harus dihadapi setiap hari.
Baca Juga: Kiai di Pati jadi tersangka pencabulan, puluhan santriwati diduga jadi korban
“Kandang domba dengan gubuk yang saya tinggali hanya berjarak sekitar 5 meter. Bau kotoran domba setiap hari dirasakan, tapi tidak ada pilihan lain,” ujar Ismawati.
Untuk kebutuhan makan sehari-hari, ia mengaku bergantung pada kondisi. Jika memiliki beras, ia memasak sendiri, namun tidak jarang mendapat bantuan dari tetangga.
“Masak kalau punya beras, kadang makan juga dikasih tetangga,” ucapnya.
Selain itu, ia juga sesekali menerima makanan dari sisa program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah yang dibagikan oleh kepala desa.
Baca Juga: Pondok Bali ditata ulang, Bupati Subang: Wisata maju tanpa mengorbankan ekosistem
“Kadang dapat MBG sisa di sekolah yang anaknya tidak masuk, suka dikasihkan ke saya,” tambahnya.
Belum ada tanggapan pemerintah kecamatan
Hingga berita ini ditulis, pihak Pemerintah Kecamatan Cikaum belum memberikan tanggapan terkait kondisi yang dialami Riris dan Ismawati.
Upaya konfirmasi kepada Camat Cikaum Agus Saepulah juga belum mendapatkan respons.***
Artikel Terkait
Blusukan ke desa-desa, AKBP Sumarni sambangi rumah Caswan, buruh tani yang menempati gubuk reot puluhan tahun
Pecah, jelang pemindahtugasan AKBP Sumarni resmikan rutilahu warga, total 28 rumah yang sudah dibangun
Bupati Subang janji muluskan jalan dan tambah PJU di Cisaga, DPR RI soroti rutilahu dan bank emok
Tiga kecamatan disasar, Polres Subang bedah rutilahu untuk warga kurang mampu
4 Bulan tinggal di tenda, warga Aceh Tamiang berharap segera dapat rumah bantuan
Mbah Imam ditemukan selamat di hutan Argasoka Banjarnegara, sempat hilang sejauh 6 km dari rumah
Cerita wartawan di Depok usai ikut program ganti atap, rumah terasa adem dan tak bising saat hujan