Hari raya lintas agama 2026: Imlek, Ramadan, dan Prapaskah berdekatan, momentum kebersamaan

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Jumat, 20 Februari 2026 | 21:33 WIB
Mengintip momen langka terkait perayaan Imlek, Ramadan, dan Prapaskah yang jatuh secara berurutan di tahun 2026 (Instagram.com/infipop.id)
Mengintip momen langka terkait perayaan Imlek, Ramadan, dan Prapaskah yang jatuh secara berurutan di tahun 2026 (Instagram.com/infipop.id)

GENMILENIAL.ID — Tahun 2026 menghadirkan fenomena langka di dunia kalender dan kehidupan beragama. Tiga perayaan besar, Tahun Baru Imlek, Ramadan, dan Prapaskah jatuh dalam waktu yang sangat berdekatan, menarik perhatian publik di media sosial.

Fenomena ini terakhir terjadi pada 1863 dan diperkirakan baru akan muncul lagi pada 2189, menjadikannya momen unik yang menggabungkan tradisi budaya dan praktik keagamaan berbeda dalam satu periode singkat.

Unggahan Instagram @infipop.id pada Jumat, 20 Februari 2026, menyoroti bahwa perbedaan kalender, yaitu kalender Lunisolar Tionghoa, kalender Hijriah, dan kalender Masehi, akhirnya 'bertepatan'.

Baca Juga: Warga Aceh Timur jalani sahur Ramadan pertama di tenda pengungsian pascabanjir

"Hanya selang beberapa jam sampai kurang dari 24 jam satu sama lain," tulis akun tersebut.

Kombinasi unik ini menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat keberagaman dan kesamaan dalam momen perayaan, sekaligus menjadi refleksi sosial dan spiritual.

Momen hari raya di Indonesia

Di Indonesia, peristiwa ini terasa lebih signifikan karena jatuh pada 17 dan 18 Februari 2026. Pada 17 Februari, warga merayakan Tahun Baru Imlek 2577.

Sehari kemudian, 18 Februari 2026, Hari Rabu Abu yang menandai dimulainya Prapaskah bagi umat Katolik bertepatan dengan 1 Ramadan 1447 H bagi warga Muhammadiyah.

Baca Juga: Camp pengungsian Desa Delung Sekinel Aceh Tengah, warga bertahan pascabanjir bandang

Kombinasi ini menghadirkan potret kebersamaan, di mana jutaan warga menjalankan ibadah dengan landasan teologis yang berbeda namun tetap sejalan dalam nilai pengendalian diri dan kepedulian sosial.

Umat Katolik memasuki masa 40 hari pertobatan menjelang Paskah, sementara warga Muhammadiyah memulai puasa wajib berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Ketiganya berdekatan secara kalender, menciptakan momen spiritual yang unik sekaligus simbol toleransi.

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, menekankan bahwa perbedaan metode penentuan awal bulan dan kesamaan hari ibadah merupakan sebuah rahmat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X