Program MBG di Subang dorong ekonomi daerah Rp1,4 triliun, Wabup tekankan pemerataan dan standar higienis

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Jumat, 7 November 2025 | 17:20 WIB
Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi (tengah) tegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan dan keamanan pangan Program MBG, Jumat 7 November 2025 (Dok. Istimewa)
Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi (tengah) tegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan dan keamanan pangan Program MBG, Jumat 7 November 2025 (Dok. Istimewa)

 

GENMILENIAL.ID – Pemerintah Kabupaten Subang menegaskan komitmennya menjaga keberlanjutan dan keamanan pangan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penegasan ini disampaikan Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi, dalam Rapat Koordinasi dan Silaturahmi antara Pemkab Subang, Kodim 0605/Subang, dan Mitra Satuan Pengolahan Pangan dan Gizi (SPPG) yang digelar di Ruang Rapat Bupati II, Jumat 7 November 2025. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Dandim 0605/Subang, jajaran perangkat daerah terkait, serta perwakilan mitra pelaksana SPPG se-Kabupaten Subang.

Baca Juga: Polisi pastikan 2 kerangka di Kwitang adalah pengunjuk rasa yang hilang saat demo Agustus

Sinergi lintas pihak, jaga keamanan dan pemerataan program

Dalam arahannya, Wakil Bupati Agus Masykur atau yang akrab disapa Kang Akur, menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memastikan MBG berjalan aman, merata, dan tepat sasaran.

“Program Makan Bergizi Gratis ini adalah amanah besar dan prioritas nasional. Keberhasilannya sangat bergantung pada kerja sama, tanggung jawab, dan komunikasi yang solid,” ujar Kang Akur.

Ia menegaskan bahwa selain pelajar, kelompok rentan seperti ibu hamil, menyusui, dan balita (3B) juga harus menjadi prioritas penerima manfaat.
“Kelompok 3B ini adalah calon generasi emas 2045. Jangan sampai mereka tertinggal,” ucapnya.

Baca Juga: Usai kalah dari Zambia, Timnas Indonesia fokus asah mental hadapi Brazil di Piala Dunia U-17

Fokus keamanan pangan: Wajib bersertifikat SLHS

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Subang, dr. Sugito, menyoroti aspek keamanan pangan yang disebutnya sebagai kunci utama keberhasilan MBG.

“Semua bahan makanan harus higienis dan bebas kontaminasi. Karena itu, setiap dapur SPPG wajib memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS),” tegasnya.

Ia menambahkan, rantai pangan bisa terkontaminasi di berbagai tahap, mulai dari produksi, distribusi, hingga penyajian, sehingga pengawasan berlapis menjadi mutlak.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X