Tasya Kamila buka laporan kontribusi LPDP, tegaskan pulang dan tuntaskan masa bakti 2018–2023

photo author
Ghin Ninda Wr, Genmilenial
- Selasa, 24 Februari 2026 | 21:08 WIB
Menyoroti pernyataan artis Tasya Kamila terkait kontribusinya semasa menjadi alumni penerima beasiswa LPDP (Instagram.com/@tasyakamila)
Menyoroti pernyataan artis Tasya Kamila terkait kontribusinya semasa menjadi alumni penerima beasiswa LPDP (Instagram.com/@tasyakamila)

GENMILENIAL.ID — Nama penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali menjadi sorotan publik usai polemik yang menyeret awardee Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas viral di media sosial.

Di tengah perbincangan tersebut, artis sekaligus alumni LPDP, Tasya Kamila, turut menyampaikan laporan kontribusinya selama dan setelah menempuh studi di luar negeri.

Melalui unggahan Instagram pada Selasa, 24 Februari 2026, Tasya membagikan penjelasan bertajuk 'Laporan Kontribusi sebagai Alumni Awardee LPDP'.

Baca Juga: Seplastik takjil dioper saat macet Jakbar, aksi sederhana ini bikin haru di waktu maghrib

Ia menilai publik berhak mengetahui bentuk kontribusinya sebagai penerima beasiswa yang dibiayai negara.

“Buatku, kalian berhak bertanya soal ini,” tulis Tasya.

Ambil magister kebijakan energi dan lingkungan

Tasya menjelaskan dirinya merupakan awardee LPDP jenjang magister di Columbia University, Amerika Serikat.

Ia mengambil program Master of Public Administration in Energy and Environmental Policy dan lulus delapan tahun lalu dengan IPK 3,75.

Baca Juga: Viral dokter spesialis alumni LPDP mengabdi di Jateng, Theofilus Ardy: Tugas saya berkontribusi untuk negara

Ketertarikannya pada isu lingkungan hidup disebut telah tumbuh sejak 2005 saat ia dipercaya menjadi Duta Lingkungan Hidup. Ia juga memiliki minat pada bidang kebijakan publik.

“Tujuan kuliah yaitu memperoleh ilmu, skill, koneksi untuk bisa memanfaatkan platform sebagai figur publik agar bisa menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.

Selama masa studi, Tasya mengaku aktif dalam organisasi internasional, menjalani magang di Kementerian ESDM, serta memanfaatkan sumber daya kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.

Baca Juga: Menu MBG Ramadan disorot, dibagikan rapel 2–3 hari dan dinilai tak sesuai anggaran Rp15 ribu per porsi

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ghin Ninda Wr

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X