GENMILENIAL.ID — Linimasa media sosial dalam sepekan terakhir diramaikan dua polemik yang sama-sama menyita perhatian publik.
Mulai dari viralnya video bertajuk 'Cukup Saya WNI, Anak Jangan' hingga kasus dugaan penganiayaan siswa SMP di Maluku yang berujung maut.
Sorotan terhadap dua peristiwa tersebut turut mendapat tanggapan dari komika senior Arie Kriting.
Melalui akun Instagram pribadinya @arie_kriting, pada Minggu, 22 Februari 2026, ia menyampaikan curahan hati yang cukup panjang.
Baca Juga: Pengamen biola di Menteng bikin pengendara merinding, aksinya disebut layaknya pemain orkestra
“Betapa membingungkan hidup di negara ini,” tulis Arie membuka pernyataannya.
Singgung polemik nasionalisme
Arie lebih dulu menyinggung polemik yang melibatkan seorang alumni penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS.
Video DS yang menyebut “Cukup aku yang WNI, anakku jangan” sempat viral dan menuai kecaman warganet karena dianggap menyinggung rasa nasionalisme.
“Baru kemarin, rasa nasionalisme-ku terusik,” tulis Arie.
Komedian asal Kendari itu mengaku merasa kesal dengan pernyataan tersebut.
Menurutnya, sebagai penerima beasiswa yang bersumber dari dana publik, seharusnya ada tanggung jawab moral untuk tetap menjaga kecintaan terhadap Tanah Air.
“Seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita, merendahkan negara ini,” ungkapnya.
Artikel Terkait
KBRI Dhaka siapkan rencana kontinjensi untuk WNI di Nepal
Fakta-fakta gempa Filipina magnitudo 6,9: 72 tewas, peringatan tsunami hingga kondisi WNI
26 WNI korban online scam di Myanmar berhasil dipulangkan, satu diduga pelaku perekrutan
Jumlah WNI tewas dalam kebakaran Apartemen Hong Kong bertambah, KJRI bersiap lakukan pemulangan jenazah
WNI di Belanda curhat soal panduan bertahan hidup 72 jam, gegara listrik padam warga diminta siaga
Viral Awardee LPDP pamer anak jadi WNA Inggris, suami dipanggil diduga belum tuntaskan pengabdian
21 Tahun di Jepang, Sastia Prama Putri tetap bangga gunakan paspor Indonesia: Jangan lelah mencintai tanah air