Baca Juga: ESAI : Tingkat keterbukaan dengan gangguan kecemasan di lingkungan keluarga
Saat ini, kata Syaiful kendala-kendala yang dahulu ia alami sudah bisa teratasi dengan hadirnya kios pupuk di daerahnya.
"Insya Allah, karena saya yang jadi kios resmi, pupuk itu Insya Allah bakal disalurkan sesuai dengan aturan, jadi tidak ada lagi Sub Kios, petani mendapatkan harga HET," ucapnya.
Kedepan, kata Syaeful dirinya akan terus melakukan pembenahan terkait apa yang menjadi kebutuhan para petani di daerahnya, yang terpenting saat ini kampungnya sudah memiliki kios pupuk.
"Sedikit demi sedikit saya benahi, minimal kios resminya sudah ada," tuturnya.
Baca Juga: Nawawi Pomolango ditunjuk Presiden Jokowi jadi Ketua KPK gantikan Firli Bahuri
Sementara itu, Ketua DPC Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu, Beni Rudiono yang dalam sambutanya menyebut Syaeful Anwar sebagai anak ideologisnya yang masagi.
"Syaeful itu figur anak muda yang masagi, orang-orang bilang masagi ilmunya lengkap, dia sarjana pertanian lulusan IPB, dia juga ustadz sering ceramah, dia juga pengusaha dan kaum intelektual," ucapnya.
Kata Beni, saat ini tidak banyak anak muda terlebih seorang sarjana yang mau hidup dikampungnya, hidup bersama masyarakat di desa.
"Ia balik kampung dan membangun desanya, dia sekarang menjadi Ketua RW, menjadi ketua kelompok tani, dia pun sekarang punya kios pupuk, sehingga pupuk bisa diharapkan mendekati HET harga pupuk," ujarnya.
Baca Juga: Firli Bahuri diberhentikan jadi Ketua KPK, seluruh akses di KPK telah diputus
Kata Beni, selama ini pupuk sering menjadi kendala di daerah tersebut, sering hilang ataupun dijual keluar karena lebih menarik, bahkan Beni menyebut bisa jadi ada mafia pupuk.
"Jadi ada mafia pupuk sebetulnya, harapanya dengan dia disana bisa mengantisipasi itu dan sekarang dia menjadi Ketua Pejuang Siliwangi Indonesia Bersatu, sehingga dia bisa menjadi contoh dan inspirasi," ungkapnya.
Kalau banyak anak desa yang kembali ke desa dengan kapasitas keilmuanya, Beni pun menyebut bahwa desa tersebut akan maju, ada perubahan.
"Lebih baik hidup di desa tapi kita ngota (beradab dan berbudaya) daripada hidup dikota tapi kita ngampung sebetulnya, karena tidak memiliki peradaban, tidak punya kemampuan untuk daya saing sehingga menjadi orang biasa-biasa," imbuhnya.
Artikel Terkait
Dinamika politik Subang, Anggota DPRD Beni Rudiono : Bupati gak ditangkap aja sudah bagus
Terpilih jadi Ketua DPC Pejuang Siliwangi Subang, Beni Rudiono ingin anak muda Subang kenal RA Ama Puradireja
2 Agenda utama Beni Rudiono setelah terpilih jadi Ketua DPC Pejuang Siliwangi Subang
Milenial hiasi pelantikan DPAC Pejuang Siliwangi Kalijati dan Cipeundeuy, Beni Rudiono sebut regenerasi dan percepatan sosialisasi RA. Ama Puradireja
Anggota DPRD Subang Beni Rudiono bicara tentang dunia pendidikan pada Hari Guru Nasional 2023, ini penjelasanya
ESAI : Membangun karakter peserta didik melalui keteladanan guru
Anggota DPRD Subang, Beni Rudiono gelar baksos bagikan ribuan gas dan minyak goreng bagi masyarakat yang membutuhkan