Baca Juga: Viral sinkhole di Sumbar, warga berebut air yang dipercaya berkhasiat meski berisiko
“Tempenya pahit, sayurnya busuk dan berlendir. Jadi saya ini tidak mengada-ada,” katanya.
Minta dapur MBG profesional dan bertanggung jawab
Tak hanya mempersoalkan kualitas makanan, Ida juga menyoroti profesionalitas dapur penyedia MBG. Ia meminta agar pengelola dapur benar-benar mempekerjakan tenaga yang kompeten.
“Cari pekerja yang betul-betul profesional. Kalau nggak bisa kerja, ganti pekerja. Jangan masukin barang busuk kayak gini,” ujarnya.
Ia pun secara terbuka meminta pertanggungjawaban pihak dapur MBG.
“Saya minta tolong yang punya dapur MBG temui saya,” tegasnya.
Singgung kompensasi dan dana MBG dari pusat
Dalam pernyataannya, Ida juga menyinggung persoalan kompensasi karena program MBG disebut sempat tidak berjalan selama beberapa pekan.
Menurut pengakuannya, dapur MBG tidak beroperasi karena belum menerima pembayaran dari pemerintah pusat.
“Tiga minggu kamu tidak beroperasional, kompensasi buat SD kami tidak ada, tanggapan juga tidak ada,” ungkapnya.
Baca Juga: Tali kapal sudah dilepas, pelayaran di Kupang ditunda karena tangis anak cari bapaknya
Ia menambahkan, pihak dapur berdalih anggaran MBG belum dicairkan.
“Mereka bilang dana dari pusat tidak turun, bahkan anggaran tiga minggu tidak mereka ambil,” sambungnya.