Baca Juga: 8 Nutrisi penting yang dapat menjaga kesehatan mata anak, salah satunya vitamin A
"Yang paling penting daripada pembelajaran ini adalah bahwa pada dasarnya setiap anak itu tidak ada yang bodoh, tetapi yang ada adalah guru yang belum menemukan cara terbaik untuk mengembangkan potensi anak didik," ujarnya.
Setiap anak didik tidak ada yang tertinggal, yang ada adalah setiap anak didik memerlukan waktu dan proses yang berbeda atau beragam untuk menguasai sebuah konsep pembelajaran.
"Jadi itu sebenarnya esensi atau subtansi daripada pembelajaran diferensiasi, itu poin kunci yang saya sampaikan pada hari ini," ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Idris juga mengajak kepada para guru agar bisa membeli hati pada setiap muridnya.
Baca Juga: ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis
"Murid itu tidak mau belajar dari guru yang tidak disukainya, murid tidak akan ingat secara detil apa saja materi yang disampaikan oleh guru, tetapi guru akan ingat bagaimana perlakuan guru terhadap murid-muridnya," jelasnya.
Lanjut Idris bahwa guru harus mengajar dengan rasa dan mendidik dengan hati.
"Bukan hanya mengandalkan logika saja, sehingga pembelajaran bisa berjalan secara menyenangkan, bermakna dan membangun karakter peserta didik," tuturnya.
Artikel Terkait
Guru penggerak, upaya pemerintah perbaiki infrastruktur pendidikan sekaligus siapkan pemimpin pembelajaran
Sambut Hari Peringatan Pramuka ke 62, Kwaran Pramuka Kecamatan Subang gelar Jambore Penggalang
Mendorong literasi di kalangan pelajar, pentingnya pembelajaran abad ke-21
Giat literasi di SMPN 1 Cibogo, siswa didorong lakukan aktivitas baca, bercerita dan miliki karya sendiri
Miliki 16.756 anggota, ini persiapan PGRI Subang jelang HUT PGRI dan Hari Guru Nasional
Subang terbanyak angkat P3K, ini kata Ketua PGRI terkait guru P3K swasta yang ditempatkan di sekolah negeri
Guru penggerak, upaya mendorong perubahan melalui pendidikan