Strategi pembelajaran diferensiasi kurikulum merdeka, ini kata Widyaprada Ahli Madya BBPMP Provinsi Jawa Barat

photo author
Yaya Suryana, Genmilenial
- Rabu, 30 Agustus 2023 | 21:10 WIB
Idris Apandi, sampaikan materi dihadapan para Kepala Sekolah SMP Kabupaten Subang di Aula PGRI, Rabu 30 Agustus 2023
Idris Apandi, sampaikan materi dihadapan para Kepala Sekolah SMP Kabupaten Subang di Aula PGRI, Rabu 30 Agustus 2023

Baca Juga: 8 Nutrisi penting yang dapat menjaga kesehatan mata anak, salah satunya vitamin A

"Yang paling penting daripada pembelajaran ini adalah bahwa pada dasarnya setiap anak itu tidak ada yang bodoh, tetapi yang ada adalah guru yang belum menemukan cara terbaik untuk mengembangkan potensi anak didik," ujarnya.

Setiap anak didik tidak ada yang tertinggal, yang ada adalah setiap anak didik memerlukan waktu dan proses yang berbeda atau beragam untuk menguasai sebuah konsep pembelajaran.

"Jadi itu sebenarnya esensi atau subtansi daripada pembelajaran diferensiasi, itu poin kunci yang saya sampaikan pada hari ini," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Idris juga mengajak kepada para guru agar bisa membeli hati pada setiap muridnya.

Baca Juga: ESAI : Membangun kesadaran toleransi dikalangan pelajar, membuka jalan menuju masyarakat harmonis

"Murid itu tidak mau belajar dari guru yang tidak disukainya, murid tidak akan ingat secara detil apa saja materi yang disampaikan oleh guru, tetapi guru akan ingat bagaimana perlakuan guru terhadap murid-muridnya," jelasnya.

Lanjut Idris bahwa guru harus mengajar dengan rasa dan mendidik dengan hati.

"Bukan hanya mengandalkan logika saja, sehingga pembelajaran bisa berjalan secara menyenangkan, bermakna dan membangun karakter peserta didik," tuturnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yaya Suryana

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X