Ia juga mendirikan titik pelayanan di Lemah Abang di Bekasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu dan anak agar sehat dan bahagia.
Baca Juga: Raja Ampat menjadi tempat wisata paling terkenal di Papua Barat, seperti apa keindahannya….
Pada awal 1960-an, Sulianti mendapat masalah. Suaminya Saroso, seorang pejabat senior di Kementerian Perdagangan, terjebak dalam awan panas pemberontakan PRRI/Permesta.
Tak ingin berlama-lama terpuruk, Sulianti menerima beasiswa ke Tulane Medical School, Louisiana, Amerika. Dalam waktu lima tahun, ia menyelesaikan MPH dan PhD dengan disertasi tentang epidemiologi E. coli.
Dengan gelar doktor tersebut ia diterima sebagai ahli di markas besar WHO di Jenewa, Swiss. Namun, ia ditangkap oleh Menteri Kesehatan Profesor GA Siwabessy saat bersiap pindah ke Swiss.
Ia juga diminta menjadi Dirjen P4M dan Direktur LRKM (Balitbang) oleh Kementerian Kesehatan RI. Dan tetap aktif sebagai profesional di OMS.
Profesor Sulianti menyatakan Indonesia bebas cacar saat menjabat sebagai Dirjen Pencegahan, Pemberantasan, dan Pemberantasan Penyakit Menular (P4M).
Jabatan sebagai Dirjen P4M tersebut bertahan hingga tahun 1975, setelah itu ia memutuskan untuk fokus pada Balitbang dari Kementerian Kesehatan hingga pensiun pada tahun 1978. World Health Organization juga tetap mempercayainya sebagai pengawas Pusat Penelitian Diare di Dhaka,di Bangladesh pada tahun 1979.
Selama tahun 1970-an dan 1980-an, gagasannya tentang pengendalian penyakit menular, keluarga berencana, dan kesehatan ibu dan anak secara perlahan dimasukkan ke dalam kebijakan pemerintah.
Prof. Dr. Sulianti Saroso, MPH, PhD., meninggal tahun 1991. Untuk mengenang perjuangan dan pengabdiannya, namanya menjadi Prof. dr Sulianti Saroso di Rumah Sakit Pusat Penyakit Infeksi (RSPI) Jakarta.***
Artikel Terkait
Profil dan perjuangan RA Kartini dalam memperjuangkan pendidikan bagi perempuan Jawa
Selamat Hari Pendidikan Nasional, mengupas pengertian Literasi!
9 alasan kuat mengapa pendidikan sangat penting di zaman sekarang!
Mengenal banjir, berikut 5 hal yang harus dipahami tentang bencana umum ini!
Bantu masyarakat sekitar, PT DAHANA berikan alat marawis dan hadroh ke MDTA Nurul Iman
Disiplin harus diajarkan, guru perlu memberi contoh kepada siswa!
Lautan sangat penting bagi manusia, yuk, mengenal lebih jauh tentang bagian bumi ini!